JAKARTA - Pergantian tahun memberi banyak cerita bagi perjalanan bek sayap Bhayangkara FC, Ruben Sanadi yang melalui tahun 2022 dengan tidak mudah.
Dia harus merelakan kepergian orangtuanya yang membuat harus melewati rasa duka. Namun rasa duka yang dialami menjadi pelecut untuk memberikan yang terbaik bagi tim.
Ruben Sanadi mengaku pesan-pesan yang disampaikan oleh orangtuanya menjadi pedoman hidup bagi dirinya dimanapun dia berada meniti karir sebagai pesepak bola profesional.
Di sisi lain, Ruben Sanadi merasa senang mendapat hadiah di Hari Natal yakni keberhasilan Bhayangkara FC mengalahkan Arema FC pada laga terakhir putaran pertama BRI Liga 1 2022/2023.
Kemenangan yang bermakna ganda bagi pemain yang dikenal lincah menyisir dari sisi lapangan itu. Tidak hanya menjadi penghapus air mata di tengah rasa duka tapi juga membantu Bhayangkara FC memutus tren buruk yang tak pernah menang di tiga laga sebelumnya.
“Ya tahun 2022 ini tanpa orangtua sangat sedih tapi bagaimana pun inilah kehidupan,” ungkap eks pemain Persebaya Surabaya.
“Dapat kado Natal dengan kemenangan melawan Arema lalu. Kemenangan yang menjadi kado Natal pribadi dan juga untuk teman-teman,” imbuhnya.
Melewati masa sulit di tahun 2022 dengan kepergian orangtua dan juga performa Bhayangkara FC yang jauh dari harapan, Ruben Sanadi menyambut tahun baru dengan rasa syukur dan optimistis dapat membantu klub bangkit dari keterpurukan di putaran kedua mendatang.
“Saya sangat bersyukur dan menjadi motivasi membantu tim di putaran kedua,” ujar Ruben Sanadi.
Musim ini penampilan Bhayangkara FC bisa dibilang kurang memuaskan. Jika di musim sebelumnya mereka selalu bersaing di papan atas, musim ini tim berjuluk The Guardians justru terpuruk di papan bawah bahkan sempat masuk di zona degradasi.
Ruben Sanadi sudah bermain sebanyak 10 kali penampilan bersama Bhayangkara FC dengan sumbangsih satu assist.