TERNATE – Hasrat Persis Solo untuk dapat segera bangkit tak terealisasikan. Berlaga di pekan ke-11 BRI Liga 1 2024/25 melawan tuan rumah Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (21/11), Laskar Sambernyawa harus takluk dengan skor 0-3.
Meski sempat mampu menahan Malut United tanpa gol di babak pertama, akhirnya benteng pertahanan Persis runtuh juga di babak kedua.
Adalah striker asal Paraguay, Chino Martinez yang mencetak gol kemenangan menit ke-54 dan 62 serta Yakob Sayuri di menit ke-79 yang menjadikan Persis harus gigit jari.
Ini belum termasuk satu gol Yakob Sayuri lainnya di menit ke-70 yang kemudian akhirnya dianulir setelah ada BRImo VAR review karena sudah lebih dulu offside.
Hasil ini menjadi kekalahan ketiga beruntun yang dialami Persis di tiga laga terakhirnya. Ini juga jadi kekalahan ketiga secara beruntun yang dialami Persis untuk kedua kalinya.
Bahkan di tiga laga terakhirnya ini, Persis harus kebobolan 8 gol dan tidak mampu mencetak gol sama sekali.
Sebelumnya Persis juga sempat mencatat tiga kekalahan beruntun di tiga laga awal BRI Liga 1 2024/25. Kekalahan dari Malut United ini sekaligus kekalahan ke-8 Persis dari 11 laga yang sudah dijalani.
Laskar Sambernyawa saat ini ada di peringkat ke-16 atau tiga terbawah dengan koleksi 7 poin hasil dari 2 kali menang dan 1 kali imbang.
“Pertandingan sebenarnya berjalan menarik. Sejak babak pertama, kita sudah yakin akan mendapat setidaknya 1 poin. Kedua tim saling menjaga keseimbangan antara menyerang ke bertahan. Namun kemudian berubah di babak kedua. Ini mungkin salah satu titik kelemahan Persis yakni transisi attack to defending,” kata pelatih Persis, M Hanafing usai laga.
Dikatakan pelatih dengan lisensi AFC Pro itu, Malut United mampu memaksimalkan kesempatan saat Persis gagal dalam melakukan serangan dengan langsung transisi yang memaksimalkan flank.
“Keseimbangan dari menyerang ke bertahan yang harus kami perbaiki. Malut United sendiri bisa maksimalkan peluang dengan tiga gol berasal dari flank. Saat Persis ada pelatih baru nanti, ini yang akan jadi masukan karena saya sifatnya sementara. Saya rasa masih ada waktu untuk berbenah. Namun yang pasti kita lengah di babak kedua,” ucap Hanafing menambahkan.
Mengenai Ramadhan Sananta yang baru diturunkan di menit ke-61, Hanafing menyebutkan ini karena memang sengaja disimpan dengan harapan babak kedua Persis dapat tampil lebih agresif.