BANJARMASIN – Manajemen Barito Putera kembali menggelar pertemuan dengan para suporternya. Namun, pada pertemuan kali ini bukan hanya manajemen dan suporter, sederet legenda Barito Putera pun ikut hadir guna memberikan motivasi kepada penggawa Barito Putera yang juga ikut hadir di kediaman pendiri Barito Putera, (alm) H Sulaiman HB di Jalan Kampung Melayu, Banjarmasin, Rabu Siang (23/10).
Salah satu bintang sekaligus legenda Barito Putera di era 80an, Frans Sinatra Huwae mengungkapkan bahwa dalam permainan, Barito Putera saat ini kehilangan rohnya.
“Mereka memang bermain di lapangan, akan tetapi roh yang menjadi permainan Barito Putera selama ini belum ketemu,” ungkap Frans.
Roh yang dimaksud Ialah semangat para pemain yang biasa disebut dengan isitilah 'Waja Sampai Kaputing' . “Secara materi luar biasa, pelatih pun luar biasa seperti coach Djadjang. Namun, mereka harus sadar ketika bermain di kandang, ini rumah kalian seperti apa yang sudah diungkapkan pendiri Barito, harga diri kita jangan dibeli orang,” ucap Frans mengingatkan.
“Tidak boleh ada satu tim pun yang bisa mengambil poin di kandang kita, tidak ada lagi pemain yang masuk lapangan dengan santai, ataupun ngobrol. Di lapangan kita seperti berperang, sesudah bermain barulah kita berjabat tangan,” tambahnya.
“Kami, Barito Putera sejak dulu selalu bertekad untuk menjadikan pemain besar, bukan membeli pemain besar. Dahulu, kami dengan segala kekurangannya bisa berprestasi, sekarang semuanya terpenuhi, kenapa masih tertahan. Hanya ini yang bisa kami ingatkan, harus semangat dan bangkit,” tutup pemain yang kini aktif menjadi pelatih Martapura FC itu.