SOLO - Usai mengalami kekalahan melawan Barito Putera saat laga kedua babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021, pelatih Arema FC, Kuncoro langsung melakukan evaluasi tim.
Lini belakang menjadi sorotan dalam dua laga tim berjuluk Singo Edan yang terlihat begitu rapuh. Dia menyebut persiapan tim yang dirasa kurang dan koordinasi pemain yang masih lemah yang menjadi masalah bagi lini belakang Arema FC.
“Evaluasi tetap terutama di lini belakang serta organisasi antar lini. Itu yang perlu kami perbaiki. Tapi ini wajar karena tim perkumpulan lengkap itu baru 4 hari. Meskipun memang latihan sudah cukup lama tapi kan bareng pemain akademi. Sementara pemain timnas libur 2 hari terus ada yang sakit,” paparnya.
“Ya kita harus sadar kerjasama dan chemistry itu kan terbentuk dari berkumpul dan latihan. Lah kalau latihan cuma 4 hari lalu kumpul bareng bagaimana menciptakan chemistrinya. Sementara dua hari menjelang keberangkatan ada beberapa pemain yang bermasalah, seperti Dendi yang sakit tipes lalu juga Rizky dan Dave juga terakhir-terakhir baru gabung,” ungkap Kuncoro.
Namun Kuncoro tidak ingin mengkambing hitamkan masalah tersebut menjadi biang kekalahan timnya. “Ya itu bukan sebuah alasan kekalahan memang kami akui itu kekalahan tapi memang kondisinya tim seperti ini,” kata Kuncoro menambahkan.
Setelah melawan Barito Putera Kuncoro memberi program recovery pada para pemainnya. Dia berharap kondisi pemainnya bisa kembali bugar jelang laga melawan PSIS Semarang.
“Manusia itu butuh beristirahat, lah kenapa kemarin langsung latihan karena kita main sore. Kemarin teman-teman sudah latihan habis-habisan jadi sudah habis, jadi sekarang istirahat besok baru latihan lagi. Itu namanya recovery training rata-rata tim lain juga sama seperti itu,” tandasnya.