GIANYAR - Laga melawan Bali United FC menjadi ujian krusial bagi Arema FC yang tengah berusaha keluar dari tren negatif di BRI Super League 2025/26. Sebab dari lima laga tanpa kemenangan menjadi catatan yang membuat posisi tim Singo Edan berada dalam tekanan.
Situasi itu berpotensi memantik kritik dari Aremania jika hasil minor kembali terulang. Namun, pada laga pekan ke-16 yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, justru membuka peluang tersendiri.
Selain itu Bali United musim ini juga belum tampil dominan di kandang sendiri dengan hanya satu kemenangan dari tujuh laga.
Sehingga pemain Arema FC, Dedik Setiawan, menilai catatan statistik tersebut bisa menjadi bahan evaluasi, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan.
"Itu menjadi catatan bagi kami, tetapi situasi setiap pertandingan berbeda. Kami fokus pada permainan kami sendiri dan berusaha tampil maksimal,” katanya.
Sementara itu dari sisi rekor pertemuan, kekuatan kedua tim terbilang berimbang. Dalam 18 pertemuan terakhir, Bali United dan Arema FC sama-sama meraih tujuh kemenangan, sedangkan empat laga lainnya berakhir imbang.
Meski Bali United pernah menang telak 6-1 delapan tahun lalu, dia menegaskan bahwa sejarah tidak selalu relevan dengan kondisi saat ini.
"Sejarah tentu ada, tetapi situasinya selalu berbeda. Kami tidak bisa terlalu terpaku pada masa lalu. Yang terpenting adalah bagaimana pemain percaya diri dan menjalankan rencana permainan dengan baik. Jika ada peluang untuk meraih poin di sini, tentu itu akan sangat bagus," tutur Dedik Setiawan.
Untuk itu dia juga menyoroti faktor keberuntungan yang belum sepenuhnya berpihak kepada Arema FC dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Dalam beberapa pertandingan terakhir, sebenarnya permainan Arema sudah cukup bagus, baik kandang maupun tandang. Tapi, memang ada satu faktor yang belum kami miliki, yaitu keberuntungan. Mudah-mudahan di laga ini faktor itu berpihak kepada Arema," imbuhnya.
Kini jelang menghadapi Bali United, dia memberi perhatian khusus pada kekuatan lini belakang Bali United, terutama kiper Mike Hauptmeijer yang menjadi salah satu penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak musim ini.
"Di latihan, kami sudah menyiapkan strategi khusus untuk para pemain depan. Semoga bisa diterapkan dengan baik di pertandingan," kata pemain asli Malang itu.
"Kepercayaan diri tetap ada. Kami sering menciptakan peluang, hanya kadang kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Semoga kali ini keberuntungan datang dan membantu Arema meraih hasil terbaik," pungkasnya.