MALANG - Arema FC akhirnya menutup putaran pertama BRI Super League 2025/26 dengan senyum lega. pada laga terakhirnya pekan ke-17 tim sukses menundukkan Persik Kediri 2-1 yang berlangsung dramatis hingga menit akhir di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/1) lalu.
Atas hasil ini Arema FC berada di papan tengah klasemen sementara, tepatnya posisi ke-10 dengan perolehan 21 poin.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tidak menutupi rasa syukurnya setelah timnya mampu melewati tekanan besar dan mengamankan tiga poin penting. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai hasil dari kerja keras kolektif yang dibangun dalam situasi sulit.
“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada Tuhan, berterima kasih kepada para penggemar Arema yang percaya dan mempercayai kami, tetapi yang terpenting, kepada pemain yang telah memberikan segalanya, mendedikasikan diri mereka, dan yang bersama kami melewati masa yang sangat sulit,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Menurutnya tekanan besar merupakan hal yang tak terpisahkan dari perjalanan Arema FC musim ini, terutama setelah catatan buruk di laga kandang, dimana selama menjalani 9 laga kandang hanya mampu meraih 3 kemenangan.
Namun ia menegaskan bahwa kemenangan tidak boleh membuat tim larut dalam euforia berlebihan. Ia pun juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan seluruh elemen klub yang terus memberikan dukungan.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada Bos IB, yang selalu mendukung kami, Bos Inal, yang selalu mendukung tim Arema, dan juga tim pemain dan pelatih. Selamat kepada semuanya,” pungkas Marcos Santos.