KEDIRI - Laga kandang terakhir Persik Kediri di BRI Super League 2025/26 masih meninggalkan kesan mendalam di hati Arthur Irawan. Meski Macan Putih dikalahkan Persija Jakarta 1-3, tapi owner klub itu terkesan dengan euforia yang ditunjukkan Persikmania yang memadati Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Suasana seperti ini sangat jarang dilihat Arthur Irawan selama musim ini. Sehingga mantan kapten tim Persik Kediri ini mengaku senang dan bangga dengan dukungan para suporter.
"Hasil pertandingan lalu kurang baik. Tapi saya sangat happy. Saya menikmati suasana stadion penuh dengan suporter. Itu yang membuat saya terharu dan bahagia, walaupun kita kalah. Sampai sekarang euforia itu masih membekas. Jujur, saya kangen suasana seperti ini. Semoga musim depan suporter terus mendukung dan meramaikan stadion," katanya.
Mantan jebolan Espanyol B di La Liga ini mengungkapkan musim ini memang tak mudah bagi Persik Kediri menggelar pertandingan kandang. Karena faktor risk assessment, tim asuhan Marcos Reina empat kali harus menjalani partai kandangnya di Gresik.
Selain itu, beberapa jadwal pertandingan yang dilakoni Hamra Hehanussa dkk. bukan di akhir pekan. Sehingga faktor ini mempengaruhi jumlah penonton yang datang ke stadion.
"Saya paham tidak gampang menjelaskan situasi-situasi yang dialami tim musim ini. Kita punya jadwal pertandingan bukan di akhir pekan. Ini membuat animo penonton dan suporter turun. Ada faktor stadion yang terkendala risk assessment, sehingga kuota penonton juga sedikit," tuturnya.