SLEMAN - Perjuangan dan kerja keras tim PSS Sleman untuk lepas dari zona merah pada gelaran BRI Liga 1 2024/25 memunculkan tekad serta optimisme dari para pemainnya. Tak heran jika usai jeda internasional sekitar dua pekan lebih, PSS menatap serius laga pekan ke-11.
Sesuai jadwal, PSS akan menjamu PSBS Biak pada laga home di Stadion Manahan, Solo, Jumat (22/11) sore.
Striker PSS, Ricky Cawor merasakan atmosfer positif dan motivasi tinggi tersebut setelah menjalani jeda internasional dengan latihan intensif baik dari aspek teknik dan fisik. Pemilik nomor punggung 10 di skuat Super Elang Jawa ini membagikan optimismenya jelang laga lawan PSBS.
“Persiapan menghadapi PSBS Biak sejauh ini saya rasa semua pemain sudah sangat siap. Saya percaya kami bisa meneruskan tren positif dengan meraih hasil yang baik seperti pertandingan sebelumnya,” kata Ricky Cawor.
Sikap dan sudut pandangnya yang dewasa membuat pemain kelahiran Merauke, 26 Januari 1998 ini menilai PSBS adalah lawan yang tangguh. Menurutnya, hal ini membuat PSS wajib bekerja keras dan bermain dengan kegigihan untuk meraih kemenangan dari tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.
“Saya melihat PSBS tim yang bagus di liga musim ini. Meskipun sebagai tim promosi, materi pemain yang mereka punya cukup bagus. Mereka memiliki pemain yang bagus juga dan beberapa saya mengenal mereka,” ucapnya.
Bermain sepak bola di level nasional tidak dipungkiri Cawor membuka luas pergaulannya sesama pelaku industri sepak bola baik dari tanah kelahiran maupun kolega saat bermain di luar daerahnya.
Cawor menyatakan beberapa mantan koleganya baik di PSS dan PON Papua menjadi pemain andalan bagi PSBS Biak saat ini.
“Saya kenal beberapa dari mereka, salah satunya kiper PSBS, Jhon Pigai. Dia adalah rekan saya dulu saat bermain di tim PON Papua. Tidak lupa, teman kamar saya dulu di PSS, Todd Ferre dan Marckho Meraudje. Mengenai permainan PSBS, saya melihat mereka bermain sangat agresif dan itu memang menjadi karakter mereka ketika bermain,” pungkasnya.