SAMARINDA - Pelatih Bornei FC Samarinda di BRI Liga 1 2024/25, Pieter Huistra mengakui persaingan ketat di kompetisi musim ini. Namun ia menyambut kondisi ini dengan penuh antusiasme.
Menurutnya, persaingan ketat di musim ini bukan hanya mencerminkan kompetisi yang semakin sengit, tetapi juga menunjukkan bahwa kualitas BRI Liga 1 terus berkembang.
Hingga pekan ke-11 masing-masing klub saling berkejaran meraih poin. Hanya tiga poin yang memisahkan posisi pertama hingga kelima di klasemen, menjadikan setiap pertandingan seperti laga final.
Tidak hanya terjadi di papan atas saja tetapi juga di papan tengah, dimana 5 klub memiliki 18 poin. Borneo FC sendiri saat ini berada berada di posisi ke-3 klasemen sementara BRI liga 1 2024/25 dengan perolehan 21 poin.
“Tahun ini lebih baik, semua tim sangat dekat juga kualitas dari pemain juga berkembang. Jadi, lebih sulit untuk memenangkan pertandingan di musim ini. Kebanyakan tim sangat bertahan dan juga menyerang. Tapi secara bertahan, saya mengatakan bahwa hal ini menjadi lebih kuat dan ini meningkatkan kualitas,” tutur Pieter Huistra.
Dia percaya bahwa perkembangan RI Liga 1 membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi 18 klub-klub peserta. Tetapi juga bagi pemain secara individu yang akan berdampak langsung pada kekuatan Timnas Indonesia yang kini mulai menunjukkan hasil gemilang di berbagai ajang.
“Saya rasa hal ini bagus untuk melihat BRI Liga 1 berkembang. Ada banyak kualitas berarti semua orang turut berupaya. Levelnya akan naik dan itu yang dibutuhkan bagi sepak bola Indonesia," ujar pelatih asal Belanda itu.
"Kita mempunyai timnas yang sekarang mendapatkan hasil bagus. Dan saya yakin BRI Liga 1 juga berkembang secara kualitas dan tim yang bermain di AFC di Indonesia juga begitu,” pungkasnya.
Untuk itu ketatnya persaingan BRI Liga 1 2024/25 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk menunjukkan kekuatan tim. Kini Pieter Huistra fokus menjaga konsistensi dan terus bekerja keras demi mencatatkan sejarah baru di musim ini.