Dari Samarinda Menuju Mimpi Juara, Borneo FC Menolak Menyerah Sampai Detik Terakhir

Dari Samarinda Menuju Mimpi Juara, Borneo FC Menolak Menyerah Sampai Detik Terakhir

22 Mei 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BORNEO FC SAMARINDA

SAMARINDA - BRI Super League 2025/26 belum selesai bagi Borneo FC Samarinda di tengah peluang yang tipis dan nasib yang tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri.

Tim Pesut Etam tetap menjaga keyakinan bahwa keajaiban dalam sepak bola selalu mungkin terjadi. Mereka meyakini laga pekan ke-34 melawan Malut United FC di Stadion Segiri Samarinda bukan sekadar laga penutup musim.

Itu bisa menjadi panggung terakhir perjuangan Borneo FC mengejar gelar juara yang selama berbulan-bulan terus mereka jaga dengan konsistensi luar biasa.

Meskipun tim wajib mengalahkan Malut United sambil berharap Persib Bandung terpeleset saat menghadapi Persijap Jepara. Skenario itu memang berat, tetapi tidak membuat pelatih Fabio Lefundes kehilangan keyakinan.

“Kita harus syukur karena ini di akhir kompetisi kita datang dengan kondisi yang bagus, dengan masih ada peluang. Pemain lagi bagus, latihan bagus. Kita harus sangat syukur dan apresiasi supaya kita juga bisa lakukan satu pertandingan yang sangat luar biasa,” tutur pelatih asal Brasil itu.

Apalagi stadion akan dipadati ribuan suporter yang datang membawa harapan, doa, sekaligus kebanggaan terhadap perjalanan tim musim ini.

“Pertandingan terakhir di musim ini, pertandingan terakhir di Samarinda, jadi kita mau kasih kado juga buat semua suporter yang akan hadir. Dan nanti kita lihat apa yang terjadi di pertandingan yang lainnya,” imbuhnya.

Tidak banyak yang menyangka Borneo FC mampu bertahan dalam perebutan gelar hingga pekan terakhir. Namun musim ini Pesut Etam justru tampil sebagai salah satu tim paling stabil di liga.

Di bawah tangan dingin mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang itu, Borneo FC berkembang menjadi tim dengan karakter kuat dan mentalitas kompetitif.

Tim tidak hanya agresif dalam menyerang, tetapi juga mampu menjaga konsistensi di tengah tekanan panjang kompetisi.

“Motivasinya sama, sama seperti pada saat kita mulai kompetisi ini, tetap sama. Kerja yang bagus kalian sendiri lihat begitu mulai kompetisi," kata Fabio Lefundes.

"Kemungkinan enggak ada satu orang pun yang ada di sini dan di luar di sini yang bisa percaya kita di akhir kompetisi masih bisa berjuang buat terjadi juara. Itu sesuatu yang bagus.”

“Saya sangat bangga dengan hal-hal yang kita sudah lakukan sampai sekarang, karena menurut saya tim Borneo FC dan tim yang lainnya bikin kompetisi ini lebih bagus,” sambungnya.

Kini meski peluang juara bergantung pada hasil Persib, dia memastikan timnya tetap fokus penuh kepada pertandingan sendiri.

“Kalau kalian lihat sendiri dengan format yang ada sekarang, ini pertama kali terjadi menurut saya. Jadi itu hal-hal yang bagus dan kita harus sangat apresiasi. Kalau besok kita mungkin kita bisa dapat rezeki dari Tuhan, ya kita harus syukur,” ujar pelatih berusia 53 tahun itu.

“Semoga kita bisa, tapi itu akan bikin kita lebih bahagia. Tapi sebenarnya aku sudah bahagia juga dengan hal-hal yang kita sudah lakukan sampai sekarang,” sambungnya.