BANDAR LAMPUNG - Dewa United Banten FC menatap laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 dengan penuh optimisme. Tim berjuluk Banten Warriors itu akan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Senin (5/1) sore.
Menjelang pertandingan krusial tersebut, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan pandangannya dalam sesi Pre-Match Press Conference yang digelar di Ruang Konferensi Pers Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Minggu (4/1) siang. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya kini berada dalam fase kebangkitan setelah melewati periode yang tidak mudah.
Ia mengakui bahwa Dewa United sempat mengalami masa sulit di kompetisi liga. Namun demikian, perkembangan positif mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya pikir kami sempat memiliki periode yang buruk di Liga. Namun di AFC Challenge League, kami melakukan hal yang bagus hingga melaju ke perempat final. Selain itu, dalam tiga laga terakhir kami meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Saya rasa kami kembali ke bentuk yang seharusnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jan menilai bahwa performa tim tak lepas dari proses panjang yang tengah dijalani bersama para pemain. Menurutnya, minimnya laga tandang bukan menjadi faktor utama, melainkan bagaimana tim membangun kebersamaan dan pemahaman permainan.
“Saya punya perasaan bahwa ini bukan soal kami jarang bermain tandang, tetapi lebih kepada proses yang kami jalani bersama tim,” lanjutnya.
Pelatih berusia 62 tahun tersebut juga menyinggung tantangan klasik yang kembali dihadapi Dewa United pada awal musim. Selama tiga musim beruntun, timnya memang kerap memulai kompetisi dengan hasil yang kurang ideal. Hal ini, menurut Jan, tak terlepas dari banyaknya pemain baru, khususnya di lini pertahanan.
“Kami kembali tidak memulai musim dengan baik selama tiga tahun berturut-turut. Itu juga harus dijalani oleh para pemain baru, karena kami bermain dengan seluruh lini pertahanan yang baru. Mereka butuh waktu untuk beradaptasi dengan cara kami bermain,” jelasnya.
Jan menegaskan bahwa para pemain bertahan Dewa United kini menjalani peran dan tuntutan yang berbeda dibandingkan klub sebelumnya. Oleh karena itu, waktu menjadi faktor penting dalam membangun kestabilan tim.
“Di Dewa United, pekerjaan mereka berbeda dari klub sebelumnya. Jadi, terkadang tim memang membutuhkan waktu,” imbuhnya.
Sebagai pengingat, Jan pun mencontohkan perjalanan tim pada musim lalu. Meski akhirnya finis di posisi kedua klasemen, banyak pihak lupa bahwa Dewa United memulai kompetisi dengan sangat sulit.
“Tahun lalu kami berada di posisi kedua, tetapi orang-orang lupa bahwa kami memulai musim dengan kondisi yang berat. Bagi saya, banyak hal berkaitan dengan kehadiran pemain baru,” tuturnya.
“Sekarang kami berada di momen di mana semuanya berjalan lebih otomatis dibandingkan di awal,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.