BANDAR LAMPUNG - Dewa United Banten FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 pekan ke-16. Bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (5/1) sore, Dewa United kalah dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat duel fisik.
Gol tunggal the Guardian dicetak menit ke-43, Fareed Sadat berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan dari sisi kiri pertahanan Dewa United. Gol tersebut membawa Bhayangkara FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Meski terus menekan hingga akhir laga, Dewa United belum mampu memaksimalkan peluang yang tercipta. Bahkan, penyerang Dewa United, Rafael Struick malah harus terkena kartu merah di akhir laga. Pertahanan disiplin Bhayangkara FC membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, pelatih kepala Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, menyampaikan pandangannya dalam sesi Post-Match Press Conference yang digelar di Ruang Konferensi Pers Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (05/01/2026) sore.
“Saya pikir pertandingan sudah ditentukan bagi saya sejak 30 detik pertama. Ketika kami melakukan sepak mula dan saya pikir Messidoro mendapatkan bola dan ditendang entah dari mana. Itu juga menyebabkan dia harus keluar dari lapangan di akhir babak pertama. Tapi setidaknya dia sudah mencoba," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa timnya tetap memiliki tanggung jawab untuk menemukan solusi di lapangan, terutama dalam menciptakan ruang permainan.
“Pada akhirnya, pekerjaan kami adalah untuk menciptakan ruang dan saya tahu bahwa di laga ini ruang mana yang harus dibuat bahkan ketika mereka menekan kami," tuturnya.
Ia menutup pernyataannya dengan refleksi jujur terhadap performa Dewa United secara keseluruhan.
“Bagi kami, penting untuk menemukan solusi taktik karena saya pikir hanya bisa menyalahkan tim saya karena tidak bisa mengeksekusi kesempatan yang ada di lapangan. Tapi oke laga ini dimiliki oleh Bhayangkara FC. Kami tidak menunjukkan apa yang seharusnya kami tunjukkan dan menggunakan ruang kosong dengan tepat. Itulah yang tidak kami lakukan," tutupnya.