Eduardo Almeida Siap Bertanggung Jawab

Eduardo Almeida Siap Bertanggung Jawab

26 Oktober 2024

BRI LIGA 1 2024-25 SEMEN PADANG FC

PADANG – Hasrat Semen Padang FC untuk dapat mencatat kemenangan di laga perdana kembali ke Stadion Haji Agus Salim, Padang, hancur berantakan. Alih-alih memberikan hadiah sempurna untuk publik sepak bola Sumatera Barat, Kabau Sirah justru harus terbantai secara menyakitkan.   

Bertanding di pekan ke-9 BRI Liga 1 2024/25 menjamu Dewa United FC pada Jumat (25/10), anak asuh pelatih Eduardo Almeida harus takluk dengan skor menyedihkan setelah dipermalukan sang lawan 1-8. 

Semen Padang sama sekali tak berkutik. Bahkan lebih menyakitkan satu-satunya gol yang berhasil diciptakan adalah tercatat sebagai gol bunuh diri, Brian Fatari pada menit ke-52.

Kekalahan 1-8 Semen Padang atas Dewa United ini juga menjadi rekor kekalahan terbesar pada BRI Liga 1 2024/25.

Gelontoran delapan gol Dewa United pada laga itu datang dari hattrick Egy Maulana Vikri menit ke- 3, 5, dan 40, lalu brace Alex Martins Ferreira menit ke-45 melalui titik penalti dan gol menit 88. 

Dua gol lainnya dipersembahkan oleh Septian Satria Bagaskara membukukan brace pada menit ke-76 dan 90 serta satu gol dari Alexis Messidoro menit ke-83.

Terbantai di kandang sendiri dengan skor yang sangat mencolok, pelatih Semen Padang Eduardo Almeida menegaskan ini menjadi tanggung jawabnya. 

"Kita tidak punya kemampuan atau kualitas untuk bermain melawan mereka. Mereka jauh lebih baik," kata Eduardo Almeida. 

Pelatih asal Portugal ini juga menegaskan siap bertanggung jawab penuh atas kekalahan memalukan Semen Padang ini.
 
"Saya di sini untuk memberikan yang terbaik. Saya tahu ini akan sulit, tapi saya mengambil risiko itu, dan saya akan berada di sini sampai hari terakhir untuk melakukan yang terbaik," dia menegaskan.

Eduardo Almeida menambahkan bahwa timnya harus melakukan analisis mendalam terkait performa sangat buruk itu. "Kita harus memahami kebenaran dan menganalisis semuanya. Saya ingin menjadi bagian dari solusi," ucap mantan pelatih RANS Nusantara FC itu lagi.

Tak lupa dia juga memohon maaf pada suporter Kabau Sirah. "Maaf kepada pendukung, kepada semua yang datang ke stadion, dan yang menonton di televisi,” pungkasnya. 

Kekalahan ini membuat Kabau Sirah masih berkubang di dasar klasemen alias peringkat terbawah dari 18 tim. Dari 9 laga, Bayu Gatra dkk hanya mencatat nilai 4 hasil dari sekali menang, sekali imbang dan tujuh kali kalah.