TANGERANG - Kekalahan 0-2 dari Persita Tangerang pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/26 menjadi momen refleksi keras bagi Borneo FC Samarinda.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes, tidak berusaha menutupi kekecewaannya usai laga yang telah berlangsung di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Jumat (9/1) sore. Secara terbuka dia menilai penampilan timnya jauh dari standar yang diharapkan dan tidak pantas mendapatkan hasil positif.
"Jujur saja, hari ini kami sama sekali tidak layak dengan pertandingan ini," katanya.
Apalagi gol cepat yang bersarang di gawang yang dijaga Nadeo Arga Winata pada menit ketiga menjadi titik balik pertandingan. Sejak momen tersebut, Persita tampil lebih efektif, sementara Borneo FC kesulitan menemukan ritme permainan.
Meski sempat memiliki peluang saat tertinggal 0-1, kegagalan memaksimalkan kesempatan tersebut membuat situasi semakin sulit bagi tim tamu.
"Kami punya satu peluang yang sangat bagus, tetapi gagal dimanfaatkan. Setelah itu pertandingan berjalan dengan banyak transisi. Banyak bola mati dan set piece mereka sangat berbahaya. Mereka sangat bagus dalam situasi itu," tutur Fabio Lefundes.
Termasuk saat memasuki babak kedua, dia mencoba mengubah dinamika permainan melalui pergantian pemain yang rencana tersebut juga tidak berjalan mulus.
"Setelah beberapa menit, kondisi tim turun lagi. Lalu di pertengahan babak kedua kami melakukan dua pergantian, namun tiba-tiba ada pemain cedera sehingga harus melakukan tiga pergantian. Efeknya justru negatif," imbuhnya.
Untuk itu atas kekalahan ini menjadi catatan penting bagi tim berjuluk Pesut Etam untuk segera berbenah. Meski mengalami kekalahan tim masih menempati posisi puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 37 poin.