DOHA – I.League turut ambil bagian dalam agenda FIFA Club Management Summit 2025 yang diselenggarakan oleh FIFA melalui divisi Professional Football Relations & Development di Doha, Qatar, pada 14–15 Desember 2025. Forum internasional ini menjadi wadah strategis bagi para pengelola liga dan klub profesional dari berbagai negara untuk memperdalam pemahaman terkait tata kelola klub modern, pengembangan kompetisi, serta keberlanjutan industri sepak bola global.
Dalam agenda tersebut, I.League mengirimkan delegasi yang terdiri dari Asep Saputra (Direktur Kompetisi), Sadikin Aksa (Direktur Komersial), Bhima Wahana (Manajer Professional Football), serta Alenne Teresia (Competition & Strategy). Kehadiran delegasi ini mencerminkan komitmen I.League untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas pengelolaan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.
Selain delegasi dari operator liga, manajemen klub-klub BRI Super League juga turut ambil bagian dalam agenda FIFA Club Management Summit 2025. Klub-klub yang berpartisipasi antara lain Persijap Jepara, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, dan Persik Kediri. Keikutsertaan perwakilan klub ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan serta memperkuat pemahaman terhadap standar pengelolaan klub profesional di level global.

Salah satu peserta, Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menilai keikutsertaan dalam forum ini memberikan dampak positif bagi pengembangan manajemen klub.
“Belajar langsung dari para pakar dan nama-nama besar dalam industri sepak bola dunia membuka perspektif manajerial baru dalam menciptakan environment sepak bola yang modern, inovatif, dan kompetitif. Hal ini menambah wawasan dan sangat menginspirasi,” ujar Bambang Pamungkas.
Sementara itu, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menekankan pentingnya forum internasional ini dalam memperkaya perspektif pengelola klub Indonesia.
“Ini ajang menambah wawasan terkait pengelolaan klub sepak bola yang profesional dan modern. Hal itu akan menunjang pengembangan klub, utamanya pada aspek infrastruktur, sumber daya manusia, dan bisnis. Ajang seperti FIFA Club Management sangat penting untuk memperluas cakrawala pengelola klub di Indonesia terkait banyak aspek tata kelola klub sepak bola yang terus berkembang luas,” ungkap Candra.
Lebih lanjut, Candra menjelaskan bahwa hasil pembelajaran dari forum ini akan diarahkan pada peningkatan profesionalitas klub dalam jangka menengah.
“Dari sisi klub, kami harus meningkatkan profesionalitas. Klub harus menjalankan good corporate governance. Kolaborasi antar klub, pengelola liga, dan federasi adalah keniscayaan untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang modern,” tambahnya.
FIFA Club Management Summit 2025 menghadirkan berbagai sesi diskusi, panel, dan studi kasus yang membahas topik-topik strategis seperti pengembangan klub berkelanjutan, tata kelola dan kepemimpinan klub, transformasi bisnis sepak bola, pengembangan pemain muda, hingga integrasi performa tinggi dalam sistem kompetisi. Forum ini juga menghadirkan pembicara internasional dari FIFA, manajemen klub global, serta pelaku utama industri sepak bola dunia.
Melalui keikutsertaan I.League bersama klub-klub BRI Super League dalam forum ini, diharapkan tercipta keselarasan visi antara operator liga dan klub dalam mendorong profesionalisme, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekosistem sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif dan berkelanjutan di tingkat internasional.