Isenmulang FC Masih Berharap Main Home di Palangka Raya

Isenmulang FC Masih Berharap Main Home di Palangka Raya

12 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 ISENMULANG KALTENG FC

BANDAR LAMPUNG — Isenmulang Kalteng FC hingga kini masih harus menghadapi situasi pelik akibat bencana kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan. Akibat kondisi tersebut, tim asuhan Mundari Karya harus terpaksa mengungsi dan menjalani sesi latihan di Persita Training Ground, Tangerang, selama jeda internasional kemarin.

Tak hanya terkendala dalam persiapan latihan, klub asal Kalimantan Tengah itu juga harus terusir dari kandang kebanggaan mereka dan terpaksa melakoni laga kandang pekan keempat BRI Super League 2026/27 menjamu Persebaya Surabaya di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pekan lalu sehingga mereka harus kalah 0-1.

Menanggapi ketidakpastian tempat digelarnya pertandingan kandang selanjutnya, pelatih kepala Mundari Karya mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih terus memantau perkembangan situasi di Palangka Raya. Ia berharap kondisi udara dapat segera membaik agar tim bisa kembali bermain di Stadion Tuah Pahoe. Saat ini mereka juga kembali ke Tangerang untuk persiapan menghadapi Persijap Jepara di pekan kelima BRI Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jumat (16/10) mendatang.

"Iya, jadi untuk masalah home base nanti ke depan ya, kita tetap masih menunggu nih perkembangan di Palangka Raya, ya. Kita berharap di minggu-minggu ini sudah membaik sehingga kita bisa main di Palangkaraya, ya. Sekaligus bisa latihan di sana," ujar Mundari Karya.

Meski demikian, pihak klub juga telah menyiapkan antisipasi apabila kondisi di Palangka Raya belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Keputusan lanjutan nantinya akan diserahkan kepada kebijakan pengurus klub mengingat tidak mudah bagi tim untuk terus-menerus mencari dan diterima sebagai tuan rumah di tempat lain.

"Tetapi kalau masih tetap terjadi seperti ini, nanti ada kebijakan dari pengurus, ya, karena tidak mudah ya untuk bisa menjadi, mau menerima ya, sebagai tuan rumah, ya. Jadi itu mungkin yang saya bisa katakan bahwa ini sangat tergantung dari apa, dari manajemen sendiri ya, menghadapi situasi seperti ini," pungkasnya.