PADANG – Semen Padang FC gagal menggapai bidikannya untuk dapat mengakhiri putaran pertama BRI Liga 1 2024/25 dengan manis. Berlaga di pekan ke-17 menjamu Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (27/12), Kabau Sirah justru harus terkapar setelah kalah dengan skor 1-2.
Hasil yang tentunya sangat menyakitkan mengingat Semen Padang sebenarnya lebih dulu unggul di menit ke-15 lewat aksi brilian Firman Juliansyah.
Namun keunggulan yang ada, gagal dipertahankan dan justru kebobolan dua gol di babak pertama oleh pemain Arema FC, Charles Lokoli Ngoy menit ke-24 dan Salim Akbar Tuharea menit ke-33.
Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, mengakui bahwa timnya membutuhkan perubahan besar untuk menghadapi putaran kedua yang tentu akan semakin kompetitif.
“Jika ingin bertahan di kasta tertinggi, kami harus meningkatkan level permainan. Setiap posisi membutuhkan tambahan pemain agar kompetitif, baik saat latihan maupun di pertandingan,” kata Eduardo Almeida.
Secara khusus pelatih asal Portugal itu menyoroti lini depan timnya yang kesulitan mencetak gol meski mampu menciptakan banyak peluang. Dan di laga lawan Arema FC ini, sejumlah peluang emas yang didapat dari Ikechukwu Kenneth Ngwoke hingga Cornelius Stewart gagal dikonversi menjadi gol.
“Kami memiliki kesempatan mencetak gol di babak kedua, tapi sayangnya kapasitas kami dalam menyelesaikan peluang masih kurang. Ini harus dibenahi lagi di putaran kedua nanti,” ucap Eduardo Almeida.
Dia juga menyadari deretan hasil tak memuaskan Kabau Sirah tentu menghadirkan kekecewaan bagi para pendukung dan masyarakat Sumatera Barat.
“Saya tahu suporter pasti tidak puas dengan hasil ini. Tapi percayalah, kamiterus bekerja keras untuk memperbaiki situasi ini. Semua pemain yang tampil adalah mereka yang menunjukkan dedikasi penuh di latihan,” dia menegaskan.
Kabau Sirah mengakhiri putaran pertama BRI Liga 1 2024/25 dengan harus tetap berkubang di zona merah degradasi. Dari 17 laga, Gala Pagamo dkk baru mencatat 10 poin dan ada di peringkat ke-17 dari 18 tim alias dua terbawah.