BANDUNG - Laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 akan menjadi spesial bagi kapten Persik Kediri Ezra Walian. Dirinya akan menghadapi mantan tim yang pernah ia bawa juara Persib Bandung pada Senin (5/1) di Stadion Brawijaya Kediri. Ini jadi laga emosional baginya.
Pelatih Persib Bojan Hodak turut memperhatikan kiprah mantan anak asuhnya selama membela klub lain. Ezra Walian telah menunjukkan performa gemilang, jadi pemain yang paling berpengaruh untuk Persik, tak salah ia memutuskan untuk hengkang pasca angkat gelar juara.
“Dia bermain dengan sangat bagus di tim lain dan sekarang ia menjadi kaptennya. Tentu dia bermain bagus, saya juga tidak pernah meragukan kualitasnya. Satu-satunya hal adalah ia hanya ingin bermain reguler,” kata Hodak.
Ezra Walian punya kualitas dan pengalaman yang mumpuni, namun selama di Persib ia tak jadi pilihan utama Bojan Hodak. Namun pemain keturunan Indo-Belanda ini selalu memberikan dampak kepada tim saat masuk di babak kedua, karena itu ia disebut supersub selama di Persib.
Pasca juara di BRI Liga 1 2023/24, Walian memilih jalan lain untuk meninggalkan Persib karena ingin mendapat menit bermain lebih banyak. Manajemen klub dan pelatih menghormati keputusannya untuk pergi, walau sebenarnya Hodak ingin ia tetap tinggal dulu.
“Ezra adalah pemain terbaik di Persik Kediri, dia bermain sangat baik selama bersama Persib tapi satu-satunya hal adalah dia tidak mau berada di bangku cadangan,” tutur Hodak.
“Waktu itu kami memiliki Ciro di posisinya di sayap kiri, dan dia ingin menit bermain lebih. Setiap dia masuk ke lapangan, dia memberikan perbedaan, dia adalah supersub. Tapi dia tidak senang dengan situasinya saya harus mengerti, akhirnya dia memutuskan pergi,” urai pelatih asal Kroasia ini.