Leo Lelis Akui Antisipasi Set Piece jadi Evaluasi Isenmulang FC

Leo Lelis Akui Antisipasi Set Piece jadi Evaluasi Isenmulang FC

5 September 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 ISENMULANG KALTENG FC

MALANG -- Bek asing Isenmulang Kalteng FC, Leo Lelis, mengakui timnya masih dalam proses adaptasi usai menelan kekalahan telak 0-4 dari Arema FC pada laga perdana BRI Super League 2026/27 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9).

Empat gol kemenangan Singo Edan pada laga ini masing-masing dicetak oleh Johan Farizi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra.

Leo Lelis mengungkapkan bahwa timnya lengah di momen-momen krusial serta rentan terhadap situasi bola mati (set piece). "Seperti yang dikatakan pelatih, tim kami masih baru di Super League dan kami masih terus beradaptasi. Hari ini kami memulai pertandingan dengan kebobolan di menit pertama, lalu kembali kemasukan di menit akhir babak pertama," ujar Lelis.

Pemain asal Brasil tersebut secara khusus menyoroti tiga gol Arema FC yang tercipta lewat skema bola mati sebagai area utama yang harus segera dibenahi.

"Kami harus bekerja keras untuk berbenah, terutama dalam mengantisipasi set piece karena kami kebobolan tiga gol dari situasi tersebut. Pekan lalu kami juga tidak bisa menjalani latihan maksimal di Palangkaraya akibat gangguan asap. Namun, tidak ada alasan, kami harus bekerja lebih keras dan berkembang untuk laga berikutnya," tambahnya.

Laga ini juga terasa emosional bagi Leo Lelis. Pertandingan ini menandai kembalinya Lelis ke Stadion Kanjuruhan untuk pertama kalinya setelah lebih dari empat tahun sejak tragedi 2022.

Lelis yang berada di Stadion Kanjuruhan saat membela Persebaya Surabaya pada Oktober 2022 lalu, mengaku momen menginjakkan kaki kembali di stadion tersebut membawa kenangan emosional yang mendalam.

"Kemarin saat kami mengunjungi stadion untuk uji coba lapangan, itu adalah momen yang berat untuk kembali dan mengingat semua yang telah terjadi," ungkapnya.

Lelis pun menyampaikan doa mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sembari mengajak seluruh pihak untuk memetik pelajaran berharga demi kemajuan sepak bola Indonesia.

"Saya hanya bisa berdoa untuk keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Ini laga yang spesial bagi saya karena menjadi kali pertama saya kembali ke sini setelah lebih dari empat tahun."

"Namun kita harus terus melangkah ke depan—baik keluarga korban, Arema, Persebaya yang waktu itu ada di sini, dan seluruh sepak bola Indonesia. Kita semua belajar dari kejadian tersebut," pungkas Lelis.

Kekalahan di laga pembuka ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Mundari Karya dan skuad Isenmulang Kalteng FC untuk segera melakukan evaluasi sebelum melakoni laga pekan kedua BRI Super League 2026/27.