Madura United Lanjutkan Target dengan Semangat K3 Tanpa Pelatih Kepala

Madura United Lanjutkan Target dengan Semangat K3 Tanpa Pelatih Kepala

14 Mei 2024

BRI LIGA 1 2023-2024 MADURA UNITED FC

BANGKALAN - Tanpa ragu memasuki babak championship series BRI Liga 1 2023/24, Madura United FC langsung menargetkan untuk juara.

Bayu Gatra dkk akan menghadapi pemuncak klasemen Borneo FC Samarinda yang akan berlangsung dengan format kandang dan tandang.

Leg pertama akan dilaksanakan di kandang Madura United Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (15/5) malam. Untuk itu tim akan fokus dan optimistis meraih poin penuh selama babak ini.

“Sekali lagi, target kita juara Championship Series,” ujar komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim.

Menurutnya target ini tidak datang begitu saja sebab sejak awal musim Madura united sudah memiliki target tinggi untuk mengakhiri dahaga juara guna memberikan euforia bagi suporter Madura Bersatu. 

“Hal itu juga kami sampaikan saat mengarungi kompetisi BRI Liga 1, tapi sebuah kompetisi itu merupakan proses, dan dalam perjalanan sepak bola itu banyak hal, kadang tersenyum, kadang menangis dan kadang juga tertawa,” imbuhnya.

Setelah melewati 34 laga BRI Liga 1 2023/24, Madura United menutup dengan finis di posisi ke-4 klasemen akhir dengan perolehan 55 poin.

Zia Ul Haq Abdurrahim pun membeberkan kunci sukses timnya karena ada tiga faktor. Yaitu kebersamaan, kedisiplinan dan kepedulian satu sama lain. K3 yang menjadi moto tim sehingga bisa sampai di babak Championship Series.

Sehingga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di babak ini dan semua anggota tim bertekad memberikan hasil terbaik dan meraih gelar juara.

Di sisi lain, kabar kurang menyenangkan menyelimuti tim, kontrak pelatih kepala Madura United habis sejak 10 Mei 2024 dan tidak diperpanjang. Sebab dia tidak ingin memperpanjang adendum kontrak yang telah diberikan manajemen selama babak Championship Series BRI Liga 1 2023/24 ini.

"Alasan tidak memperpanjang kontraknya beliau harus menyelesaikan urusan pribadinya di Brasil, yang mana ini harus diselesaikan di luar sepak bola. Kita mencoba untuk menerima keputusan ini dan sudah kami diskusikan secara matang," tutur Annisa Zhafarina Qosasi, Dirut PT PBMB.