KEDIRI - Persik Kediri harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah dari Arema FC dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/1).
Padahal Macan Putih sempat unggul duluan lewat gol M. Supriadi menit ke-80. Namun Supriadi pula yang bikin blunder pada menit ke-90+5, setelah bola yang disapunya malah masuk ke gawang sendiri. Arema FC pesta kemenangan berkat gol tandukan kepala Puleio Araya menit 90+8.
Arsitek Persik Kediri, Marcos Reina, mengklaim tim asuhan seharusnya layak memenangkan duel sengit itu. "Saya pikir kami main sangat bagus. Sepanjang permainan kami lebih baik dari Arema FC dalam segala hal. Kami jelas pantas menang, tetapi di menit-menit terakhir di menit ke-90 lebih, Arema FC cetak gol," katanya.
Pelatih asal Spanyol itu menilai para pemain Persik Kediri merasa takut kalah usai unggul skor. Upaya mempertahankan kemenangan ini malah membuat pemain gugup.
"Di permainan tadi ada tim yang memiliki sesuatu untuk dipertaruhkan dan tim yang tidak memiliki apa pun untuk dipertaruhkan. Pemain Persik Kediri ingin menjaga kemenangan. Tapi saat itulah, Arema FC mencoba untuk menyerang. Kami seperti takut kehilangan kemenangan yang sudah kami raih," jelasnya.
Marcos Reina menyatakan Ezra Walian dkk. perlu tampil dewasa dan cerdas dalam situasi lebih bagus dari lawan. "Kami lebih baik dari Arema FC selama 95 menit. Tapi ada situasi krusial membuat pemain gugup. Kami perbaiki agar pemain lebih cerdas dalam situasi genting. Mereka harus lebih dewasa sebagai sebuah tim. Namun hari ini, kemenangan yang seharusnya menjadi milik kita, tapi kita membiarkannya lepas," tuturnya.