MALANG - Arema FC akan menjalani laga kandang pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Tim akan menjamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5) sore.
Jelang laga ini pelatih Arema FC Marcos Santos mendapat banyak pertanyaan terkait perubahan komposisi pemain yang dilakukan dalam beberapa pertandingan terakhir. Apalagi setelah terlihat perbedaan besar antara babak pertama dan kedua saat menghadapi Persik Kediri di pekan sebelumnya.
Namun dia menegaskan semua keputusan diambil berdasarkan kondisi fisik pemain, bukan sekadar eksperimen taktik. Dia menolak anggapan bahwa rotasi yang dilakukan menjadi penyebab utama inkonsistensi tim musim ini.
“Saya tidak melakukan perubahan hanya karena keinginan saya. Kami punya parameter fisik, kami tidak bisa ambil risiko,” pelatih berusia 46 tahun itu.
Apalagi tujuh gol bersarang ke gawang Arema hanya dalam dua pertandingan terakhir. Situasi itu membuat kepercayaan diri pemain turun drastis. Namun dia melihat dukungan Aremania justru menjadi energi penting untuk membangkitkan mental tim.
Dia percaya para pemain masih memiliki semangat besar untuk memperbaiki keadaan dan membawa Arema menutup musim dengan hasil positif.
Sementara itu optimisme juga datang dari pemain asing Arema FC, Gabriel Silva. Menurutnya, persiapan tim pekan ini berjalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya karena skuat memiliki waktu recovery yang lebih panjang.
“Di beberapa laga terakhir, sulit menjelaskan apa yang terjadi pada tim kompetitif seperti kami sehingga tidak bisa bersaing di level tertinggi,” kata pemain yang akrab disapa Gabi itu.
Namun pemain asal Brasil itu memastikan tim telah melakukan evaluasi bersama dan berusaha memperbaiki berbagai kekurangan yang muncul.
“Tapi kami punya waktu untuk memperbaiki diri dan berdiskusi. Saya yakin kami bisa meraih tiga poin,” pungkasnya.