Mazola Junior Akui PSS Main Buruk

Mazola Junior Akui PSS Main Buruk

23 November 2024

BRI LIGA 1 2024-25 PSS SLEMAN

SOLO – Kekalahan menjadi hasil yang dipetik PSS Sleman pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2024/25. Meski sudah menjalani jeda kompetisi dengan latihan intensif, skuat Super Elang Jawa harus menelan pil pahit usai kalah 0-1 dari PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, Jumat (22/11). 

Satu-satunya gol PSBS dicetak oleh Jeam Kelly Sroyer pada menit ke-64 lewat tendangan keras kaki kanan di dalam kotak penalti PSS. 

Hasil ini pun membuyarkan bidikan PSS yang ingin melanjutkan hasil positif dari pekan ke-10 lalu saat mampu menang 2-0 atas Persis Solo. 

Kekalahan ini juga menjadi catatan penting bagi PSS untuk segera berbenah menghadapi jadwal pertandingan padat pada bulan Desember 2024 nanti.

Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior tak bisa menutupi kekecewaanya dengan hasil yang didapat ini. Hasil negatif ini datang meskipun Cleberson dkk sudah menjalani latihan intensif selama beberapa pekan untuk meningkatkan performa di semua lini.

Pelatih asal Brasil ini mengakui hasil tersebut membuatnya kecewa karena tidak berbanding lurus dengan upaya yang telah dijalani para pemainnya selama jeda kompetisi ini.

“Saya pikir kami tidak bermain dengan baik pada pertandingan ini. Kami tidak bisa menjalani permainan yang sudah kami latih selama tiga minggu ini. Selain itu juga kami banyak melakukan kesalahan,” kata Mazola Junior. 

Dia juga menyoroti penyelesaian akhir para pemainnya dalam memaksimalkan peluang. Menurutnya hal tersebut berkontribusi pada kekalahan yang diderita PSS.

“Kami juga gagal melakukan penyelesaian akhir dari tiga peluang mencetak gol ke gawang lawan. Tiga kesempatan tersebut mampu diamankan penjaga gawang lawan dengan baik. Melihat jalannya pertandingan, kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang. Namun yang membedakan, PSBS lebih memiliki motivasi tinggi meraih kemenangan,” ucap Mazola.

Kekalahan dari PSBS tentu saja menimbulkan memunculkan tanda tanya besar terkait latihan intensif yang dijalani untuk meningkatkan performa tim selama jeda kompetisi. 

“Kami gagal menjalankan skema permainan yang telah jalankan pada sesi latihan saat pertandingan. Hal tersebut menjadi faktor utama kegagalan kami meraih kemenangan. Saya akui masalah ini berimbas pada produktivitas gol PSS karena tidak adanya gelandang pembagi bola bukan pada striker,” dia menambahkan.

Kekalahan ini membuat posisi PSS masih ada di peringkat ke-14 atau lima terbawah di papan klasemen sementara dengan 8 poin.