Mochi Tertantang Taklukkan Kerasnya Liga Indonesia

Mochi Tertantang Taklukkan Kerasnya Liga Indonesia

1 September 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026-27 SUMSEL UNITED

YOGYAKARTA -- Pemain asing anyar Sumsel United, Hibiki Mochizuki mengaku senang bisa bermain di Indonesia dan berharap bisa memberikan yang terbaik di musim debutnya bersama Laskar Juaro. 

Pemain yang berposisi sebagai winger ini juga menyebut Liga Indonesia yang berkembang dan kompetitif menjadi salah satu alasannya memutuskan menerima pinangan klub yang bermarkas di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ini.

“Saya banyak mendengar mengenai kerasnya persaingan di Liga Indonesia, baik di kasta tertinggi maupun Championship. Sebagai seorang pemain profesional, tentu hal tersebut sangat baik, disini semua tim bisa saling mengalahkan dan level sepakbola Indonesia juga terus berkembang belakangan ini, antusias penonton dan suporter disini juga sangat luar biasa,” jelas pemain kelahiran 9 Oktober 1998 ini.

Banyaknya pemain asal Jepang di Indonesia saat ini juga disebutnya sebagai salah satu alasan lainnya tanpa ragu memilih melanjutkan karier di Indonesia.

“Tidak semua saya kenal, namun saya tahu beberapa dari mereka merupakan pemain yang berkualitas dan pernah merumput di level tertinggi di J League,” ungkapnya. Salah satu sosok yang disebutnya diketahuinya adalah Taisei Marukawa, pemain Jepang yang sudah merumput di sejumlah klub di Indonesia.

“Saya tahu Marukawa, karena saya juga pernah bermain di klub yang sama dengan dia di Malta yakni Valetta FC. Saya juga senang melihat dia meraih kesuksesan disini, itu juga memacu saya untuk juga melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Mochi sendiri dalam beberapa musim terakhir bermain di Eropa dan memulai karier sepakbolanya dengan menimba ilmu di akademi Kawasaki Frontale Tokyo. Di akademi tersebut, Mochi juga berlatih bersama sahabatnya yang kini merumput di Premier League yaitu Kaoru Mitoma.

Di Sumsel United, Mochi sendiri memilih akan menggunakan nomor punggung 14 yang disebutnya karena terinspirasi dari idolanya di dunia sepakbola.

“Pertama karena nomor ini identik dengan Johan Cruyf, semua tahu bagaimana kariernya di sepakbola dunia. Tetapi saya memilih nomor 14 karena sosok Kengo Nakamura, salah satu legenda timnas Jepang yang berasal dari Kawasaki Frontale. Semua anak-anak di akademi saat itu mengidolakannya termasuk saya,” pungkasnya.