KEDIRI - Dalam beberapa pertandingan akhir musim BRI Super League 2025/26 lalu, nama Kiko Carneiro hilang dari skuat Persik Kediri. Absennya bek tengah asal Portugal ini memunculkan berbagai spekulasi.
Usut punya usut, ternyata pemain berusia 26 tahun itu harus menepi lebih awal dari tim karena mengalami cedera. Namun Kiko Carneiro juga tak menyebut cedera yang dialaminya.
Praktis musim lalu, dia total absen sebanyak 12 pertandingan. Kiko Carneiro tak tampil dalam sembilan laga secara beruntun hingga kompetisi berakhir. Sementara di tiga partai sebelumnya, karena dia dapat larangan bermain akibat kartu kuning dan merah.
Tanpa kehadiran Kiko Carneiro benteng pertahanan Persik makin keropos. Pelatih Marcos Reina telah berusaha memperkuat lini belakang dengan menduetkan bek lokal, Hamra Hehanussa-M.Firly. Chechu Meneses, juga sesekali diturunkan. Namun formasi ini belum mampu menutup kelemahan yang ditinggalkan Kiko Carneiro.
"Musim ini akhirnya sampai di pengujung. Tanpa ragu, ini adalah musim paling sulit sejak saya menjadi pemain sepak bola. Dari 22 pertandingan, 20 di antaranya saya jalani dalam kondisi kesakitan," ungkap Kiko Carneiro.
Kecintaan pada klub dan profesinya, Kiko Carneiro tetap memaksakan merumput. "Meski tidak berada dalam kondisi 100 persen, saya tidak pernah berhenti memberikan segalanya di lapangan. Saya bertahan semampu saya. Karena memakai jersey klub ini sangat berarti bagi saya, dan selama saya masih punya tenaga, saya selalu mencoba membantu tim dengan cara terbaik," katanya.
Di tengah derita cedera itu, dia menyebut fisiknya tak maksimal di pertandingan. "Ada hari-hari di mana tubuh saya sudah tidak merespon seperti yang saya inginkan. Tetapi keinginan untuk membantu tim, berjuang untuk klub ini, dan meraih kemenangan selalu lebih besar dari segalanya," jelasnya.
Kiko Carneiro pun memutuskan pulang ke Portugal lebih cepat untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
"Lima pertandingan sebelum musim berakhir, saya harus mengambil keputusan yang paling sulit: berhenti. Tubuh saya sudah tidak mampu lagi. Sangat berat bagi saya meninggalkan tim di momen seperti ini. Tetapi itu adalah satu-satunya cara agar saya bisa pulih dengan baik dan kembali lebih kuat," ucapnya.
"Sekarang saya berada di Portugal fokus untuk pemulihan dan bekerja keras agar bisa kembali musim depan dalam kondisi 100 persen dan terus berjuang untuk klub ini dan untuk kalian semua," tuturnya.