Pembelaan Tegas Igor Tolic untuk Kakang Rudianto

Pembelaan Tegas Igor Tolic untuk Kakang Rudianto

12 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 PERSIB BANDUNG

BANDUNG -- Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pembelaan tegas kepada bek muda Kakang Rudianto yang menuai kritik dari publik Stadion Si Jalak Harupat saat laga kontra Dewa United Banten FC, Minggu (11/10) malam. Partai pekan keempat BRI Super League 2026/27 itu berakhir imbang 2-2, gol Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui dibalas gol Balsa Sekulic dan Marc Klok.

Meski performa sang bek dinilai kurang memuaskan sebagian Bobotoh, Tolic memilih tetap memainkannya secara penuh selama 90 menit. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada di pundaknya sebagai pelatih. Tolic secara terbuka meminta suporter untuk mengalihkan kritik kepada dirinya ketimbang menyerang individu pemain di atas lapangan.

"Akan selalu ada yang mengkritik, saya sudah mengatakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu seharusnya saya, bukan para pemain, karena saya menempatkan para pemain, saya menempatkan para pemain di lapangan," kata Igor Tolic.

Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut menekankan tingginya beban kompetisi yang dihadapi skuadnya saat ini, mulai dari agenda domestik hingga dua kompetisi antarklub Asia AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship yang menguras fisik serta mental para pemain.

"Jadi, ini bukan masalah lelah atau tidak lelah. Jadwalnya memang seperti ini. Para pemain di ruang ganti, mereka ingin tampil dengan baik. Itu tidak mudah. Anda pergi ke pertandingan Liga Champions, itu adalah level lain. Kamu pergi ke Shopee Cup, itu level lain. Bayangkan setiap tiga hari Anda bermain melawan (tim selevel) Persija atau Dewa United," tuturnya.

Tolic pun menyayangkan sasaran kritik yang ditujukan langsung kepada Kakang, seraya mengingatkan bahwa situasi ini bisa menimpa siapa saja di dalam tim jika tidak disikapi secara bijak. "Untuk mengkritik Kakang atau siapa pun dalam hal ini, itu tidak normal. Seperti yang saya katakan, mengkritik pelatih, Anda bisa mengatakan taktik, bla bla bla, rotasi, bla bla, itu bukan masalah,” sebutnya.

“Tetapi untuk mengkritik Kakang, itu luar biasa, itu luar biasa (Ironis). Tapi itu bukan Kakang saja, seseorang akan menjadi yang berikutnya. Itu bisa jadi Marc, atau itu akan menjadi Peralta, aku melihat semuanya," tegas pelatih 48 tahun itu.

Meski demikian Tolic mengerti hak penonton yang telah membeli tiket untuk bersuara di stadion, Tolic mengingatkan bahwa tekanan verbal berlebih tidak membawa dampak positif bagi perkembangan sang pemain. "Jadi, kita hanya perlu tetap bersama, dan sebagian besar, 99,9 persen penggemar bersama kita. Siapa yang ingin berteriak sesuatu, biarkan dia berteriak sesuatu. Dia membayar tiketnya, dia bisa mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi itu tidak baik untuk Kakang, ya?" bebernya.