SURABAYA - Pelatih anyar salah satu klub BRI Super League 2025/26, Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mulai menjalankan tugasnya dengan memimpin langsung sesi latihan tim sejak Selasa (6/1) lalu.
Latihan perdana tersebut menjadi momen awal baginya untuk mengenal lebih dekat tim.
Dalam sesi latihan bersama Bruno Moreira dkk, Tavares tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mulai menganalisis karakter pemain serta dinamika tim. Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap kondisi skuat menjadi fondasi penting untuk membangun kekompakan dan soliditas tim menghadapi putaran kedua.
“Mencoba melihat karakteristik yang mereka miliki, karena satu hal adalah melihat pertandingan. Hal lain adalah melihat latihan, melihat perilaku di ruang ganti,” kata pelatih asal Portugal itu.
Dia menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar soal kemampuan individu, melainkan kekuatan kolektif sebuah tim.
“Saya pikir ini penting karena sepak bola bukanlah permainan individu, melainkan permainan kolektif,” imbuhnya.
Meski Persebaya tengah berada dalam tren positif usai meraih dua kemenangan beruntun atas Persijap Jepara dan Madura United, dia menolak larut dalam euforia. Untuk itu dia mengingatkan para pemain untuk tetap membumi dan fokus pada tantangan berikutnya.
Persebaya dijadwalkan menjamu Malut United pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/26, Sabtu (10/1). Laga ini dinilai tidak mudah mengingat catatan pertemuan kedua tim yang kurang menguntungkan bagi tim berjuluk Bajul Ijo itu.
“Kita harus rendah hati dan melihat bahwa sekarang kita akan bermain melawan Malut United. Persebaya belum pernah menang melawan Malut United,” ujar Bernardo Tavares.
Dimana dalam catatan, pada musim lalu Persebaya harus menelan kekalahan 0-2 saat bermain di kandang sendiri dan hanya mampu bermain imbang 0-0 di putaran kedua.
Saat ini, Persebaya menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan 25 poin, sementara Malut United berada di empat besar dengan koleksi 34 poin.
Sehingga dia menyadari betul bahwa Malut United merupakan lawan yang sulit ditaklukkan. Menurutnya, kekuatan lawan tidak hanya terletak pada pemain asing, tetapi juga didukung oleh pemain lokal berpengalaman.
“Malut United akan menjadi tim yang sulit, karena jika kita menganalisisnya, kita melihat pemain-pemain berpengalaman seperti Tyronne, Ciro, Yakob, Yance, mereka memiliki banyak pemain berpengalaman, mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus. Jadi, mereka sedang dalam kondisi prima. Mereka adalah tim yang paling jarang kalah," pungkasnya.