SURABAYA -- Bagi pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, laga pamungkas memperingati HUT ke-99 klub melawan PSIS Semarang bukan hanya soal hasil akhir.
Dia justru ingin melihat apakah materi latihan yang diberikan selama sepekan terakhir mampu diterapkan para pemain dalam situasi pertandingan sebenarnya yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/7) sore.
Laga bertajuk 99th Anniversary Game menjadi kesempatan pertama bagi tim pelatih mengevaluasi implementasi filosofi permainan Persebaya musim ini. Dia menilai latihan hanyalah bagian dari proses. Penilaian sesungguhnya baru bisa dilakukan ketika tim menghadapi tekanan dari lawan.
Selain itu dia ingin melihat bagaimana para pemain menjalankan berbagai prinsip permainan yang selama ini terus diasah.
"Kita bisa berlatih dengan sangat baik, tapi setelah di pertandingan jika kita tidak melihat prinsip-prinsip taktis, transisi defensif, transisi ofensif, organisasi defensif, organisasi ofensif, perilaku saat kita menguasai bola dan saat kita tidak menguasai bola, reaksi penting untuk melihat ini di pertandingan," tutur Bernardo Tavares.
"Bagi saya latihan adalah latihan, saya sangat suka melakukan latihan, tapi ujian dan hasil akhirnya kita lihat dan analisis di pertandingan," imbuhnya.
Sementara itu pemain asing Persebaya, Francisco Rivera mengaku sudah tidak sabar menjalani pertandingan pertamanya dihadapan Bonek dan Bonita.
Menurutnya, laga melawan PSIS menjadi momen penting bagi seluruh pemain baru untuk mengenal atmosfer klub kebanggaan warga Surabaya. "Ya, seperti coach bilang yang paling penting untuk pemain baru, untuk pemain muda, semua pemain, bisa lihat atmosfer dari semua Bonek dan Bonita," kata pemain asal Meksiko itu.
"Kita sudah siap untuk pertandingan dan yang paling penting, kita tahu ini pramusim, tapi ini Persebaya, kita mau menang," pungkasnya.