Persekat Tetap Percaya Diri untuk Segera Bangkit

Persekat Tetap Percaya Diri untuk Segera Bangkit

28 Maret 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PERSEKAT TEGAL

BOGOR – Perjalanan dan perjuangan Persekat Tegal untuk dapat menjauh dari zona playoff degradasi di arena Pegadaian Championship 2025/26 semakin terjal. Tersisa lima pertandingan saja di putaran ketiga menjadi tugas yang tak mudah bagi Persekat untuk dapat merangkak meninggalkan zona merah.

Usaha keras Persekat di laga pekan ke-22 saat dijamu Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/3) kemarin juga belum mampu berbuah positif. Persekat pada laga itu harus menelan kekalahan 1-4 meski sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Hamdi Sula saat laga baru memasuki menit ke-6.

Tim tuan rumah yang berjuluk Serigala Margonda akhirnya mampu bangkit dan membalas empat gol beruntun. Dua gol balasan Persikad di babak pertama diciptakan lewat aksi dari Adriano Castanheira menit ke-32 dan Fikron Afriyanto menit ke-45.

Babak kedua, Persekat kembali kebobolan dua gol lewat aksi Hamzah Depa menit ke-51 dan Braif Fatari menit ke-70. Pada laga itu, usaha Persekat untuk dapat memperkecil skor juga makin berat usai Nathan Ari mendapat kartu merah di menit ke-81.

Gagal menambah poin membuat Persekat kini masih terpaku di peringkat ke-9 dari 10 kontestan Grup 1 atau Grup Barat. Persekat mengoleksi 22 poin atau berjarak dua poin dari PSPS Pekanbaru yang ada di peringkat ke-8 dengan 24 poin.

“Situasi berubah setelah kita unggul lebih dulu. Ini jadi evaluasi kami untuk ke depan. Saya melihat masih banyak kemungkinan di sisa musim ini,” kata pelatih Persekat, Putu Gede.

Dengan hanya menyisakan lima laga saja di putaran ketiga, akan terasa bak final bagi Persekat di laga demi laga yang akan dijalani nanti. “Saya pikir, kita masih punya peluang. Semua masih bisa terjadi, tinggal bagaimana kesiapan kami untuk hadapi lima match terakhir,” Putu Gede menegaskan.

Mantan pelatih Arema FC itu juga menyebut tak terlalu memikirkan bagaimana kekuatan lawan di lima laga tersisa. “Yang akan kita hadapi adalah diri kita sendiri. Kita hanya melihat bagaimana kondisi tim ini supaya bisa maksimal di lima laga terakhir. Itu yang paling berat yang kita hadapi. Namun yang pasti kita tetap optimis untuk bisa keluar dari zona merah. Tekanan dari dalam sendiri menjadi tantangan kita,” pungkasnya.