YOGYAKARTA -- Persija Jakarta membawa ambisi besar saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/27. Macan Kemayoran ingin menjaga konsistensi sekaligus memperpanjang catatan kemenangan ketika kedua tim bertemu di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10) pukul 15.30 WIB.
Tiga hasil positif atas Borneo FC dengan 1-0, Persib Bandung 2-1, dan Java United FC 1-0, menjadi modal berharga bagi Persija. Namun, pencapaian tersebut tak lantas membuat tim asuhan Shin Tae-yong berpuas diri. Fokus kini sepenuhnya tertuju pada tantangan berikutnya, yakni membawa pulang tiga poin dari Bantul.
Persija juga mendapat tambahan kekuatan menjelang pertandingan. Dony Tri Pamungkas dan Kwon Chang-hoon yang sebelumnya menepi akibat cedera telah pulih dan kembali tersedia. Kehadiran keduanya memberikan pilihan lebih bagi Shin Tae-yong dalam meramu komposisi tim.
“Persiapan kami untuk pertandingan nanti sudah berjalan dengan baik. Para pemain yang sebelumnya cedera, seperti Dony dan Kwon Chang-hoon, kini sudah pulih. Jadi, saya berharap kami dapat menampilkan permainan yang lebih baik besok,” kata Shin Tae-yong.
Meski PSIM belum mencatatkan kemenangan dalam tiga pertandingan awal musim, Shin Tae-yong tidak ingin kondisi tersebut menjadi alasan bagi Persija untuk menurunkan kewaspadaan. Ia menilai tuan rumah memiliki kualitas permainan yang patut diperhitungkan sehingga Macan Kemayoran harus tampil dengan persiapan matang.
“Target kami pada pertandingan besok tentu saja adalah meraih tiga poin penuh. Meskipun PSIM belum meraih kemenangan, mereka adalah tim yang bagus dengan kualitas permainan yang sangat baik. Oleh karena itu, kami tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi mereka,” tuturnya.
Di sisi lain, Persija melewati jeda kompetisi dengan situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Lima pemainnya, yakni Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Rayhan Hannan, bergabung dengan Timnas Indonesia. Kondisi tersebut membuat Persija tidak dapat menjaalani sesi latihan dengan kekuatan penuh untuk mematangkan taktik dan organisasi permainan.
Meski begitu, Shin Tae-yong melihat adanya sisi positif dari periode tersebut. Waktu istirahat yang tersedia serta program latihan yang tetap berjalan menjadi bekal bagi timnya dalam mempersiapkan diri menghadapi PSIM.
“Namun, di sisi lain, kami mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan menjalankan program latihan dengan baik. Jadi, sulit untuk mengatakan secara pasti apakah situasi ini sepenuhnya berdampak positif atau negatif terhadap pertandingan nanti,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.