Persija Perkenalkan Armada Listrik untuk Arungi Musim Baru

Persija Perkenalkan Armada Listrik untuk Arungi Musim Baru

21 Mei 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSIJA JAKARTA

JAKARTA - Persija menatap kompetisi musim 2026/27 dengan semangat baru. Selain membangun kekuatan skuat, Macan Kemayoran kini menghadirkan armada resmi anyar yang akan menemani perjalanan tim sepanjang musim.

Bus berjenis Legacy SR3 Neo Panorama listrik yang akan menjadi kendaraan resmi Persija itu diperkenalkan sekaligus prosesi serah terima berlangsung dalam ajang Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Rabu (20/5). Momen tersebut menjadi penanda kolaborasi antara PT Persija Jaya Jakarta dengan PT Samudra Teknindo Hydraumatic dan Hyundai Motor Company dalam menghadirkan armada baru untuk Persija.

Dengan penggunaan bus tersebut, Persija tercatat sebagai klub pertama di Indonesia yang memakai bus listrik sebagai armada resmi tim. Kendaraan ini nantinya akan mengantar Persija menjalani aktivitas tim di sepanjang kompetisi.

Bagi Persija, pembelian kendaraan listrik bukan hanya soal inovasi teknologi. Ada nilai yang lebih besar di balik langkah ini, yakni komitmen untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, perjalanan yang lebih nyaman, serta efisiensi energi yang lebih baik di masa depan.

“Sesuai dengan visi dan misi yang telah dicanangkan oleh Pak Panca sebagai presiden. Jika sebagai sebuah klub, Persija harus terus bertumbuh, bergerak maju, dan lebih profesional dalam setiap aspeknya. Maka pembelian armada bus baru dengan tehnologi EV terbaik ini, menjadi salah satu bentuk komitmen terhadap visi dan misi tersebut. Dengan segala fitur kecanggihan yang dimiliki, semoga bus ini dapat menunjang aktivitas serta memberikan kenyamanan bagi tim untuk menjalani setiap pertandingan yang akan dijalani,” kata Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas.

Sementara itu, fondasi utama kendaraan ini disiapkan oleh Hyundai Motor Company melalui sasis Hyundai Elec City sepanjang 12 meter. Platform bus listrik tersebut telah digunakan ribuan unit di berbagai negara dan kini hadir di Indonesia dalam konfigurasi setir kanan. Penempatan baterai di bagian atap serta motor listrik di poros roda belakang dirancang untuk menghadirkan efisiensi sekaligus kenyamanan dalam operasional harian.

Di atas fondasi itu, PT Laksana Bus Manufaktur membangun bodi Legacy SR3 Neo Panorama listrik di fasilitas produksinya di Ungaran, Jawa Tengah. Karakter desain khas Legacy tetap dipertahankan, mulai dari kaca panoramik berukuran besar, garis bodi yang tegas dan bersih, hingga ruang kabin yang terasa lega.

Bus ini tidak datang untuk mengubah identitas pendahulunya, melainkan melanjutkan standar yang sudah ada ke level baru. Bedanya hadir pada sensasi yang langsung terasa ketika perjalanan dimulai, tanpa suara mesin konvensional, tanpa getaran berlebih, hanya keheningan yang menemani langkah Persija menuju musim baru.

“Bus listrik ini terasa sangat istimewa dan sangat nyaman. Sebuah bus yang tidak sekadar alat transportasi, tetapi juga cara Persija berjalan berdampingan dengan alam untuk saling menjaga,” kata Paulo Ricardo, bek Persija yang hadir bersama Jean Mota untuk menyaksikan langsung perkenalan Legacy SR3 Neo Panorama listrik ini.