JAKARTA -- Menjelang bergulirnya Indonesia Womens League (IWL) 2026/27 yang dijadwalkan akan kickoff pada 18 Oktober mendatang, Persija Women terus mematangkan persiapan taktik dan fisik. Di bawah komando pelatih kepala Muhamad Yusup Prasetiyo, Macan Kemayoran Wanita bertekad tampil kompetitif meski masih dihadapkan pada beberapa tantangan penyesuaian skuad.
Pelatih yang akrab disapa Yoyok tersebut mengungkapkan bahwa proses latihan secara keseluruhan telah berjalan cukup baik. Namun, ia secara terbuka menyatakan belum sepenuhnya puas dan menilai masih banyak aspek yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Persija Women saat ini adalah masalah komunikasi dan pemahaman taktik di atas lapangan. Kondisi ini tidak terlepas dari belum lengkapnya skuad akibat absennya enam pemain Timnas serta satu pemain asing yang belum bisa bergabung dengan tim.
"Persiapan sudah berjalan cukup baik, dan masih blm puas masih banyak yg mesti di perbaiki terutama dalam hal komunikasi (taktik), di mana enam pemain timnas kita dan satu pemain asing yang belum bisa hadir," ujar Muhamad Yusup Prasetiyo.
Meski demikian, tim pelatih telah menyiapkan strategi khusus agar para pemain baru tersebut bisa langsung beradaptasi setibanya di tim. Pendekatan kombinasi latihan langsung di lapangan serta sesi pemanfaatan teknologi menjadi andalan.
"Tapi di beberapa hari kedepan ini saya berharap setelah mereka tiba dan bergabung kita akan berusaha menjelaskan di dalam lapangan dalam sesi latihan dan diluar lapangan (video analisa) untuk secepatnya beradaptasi," tambahnya.
Sebagai bagian dari pematangan taktik, Persija Women tercatat telah melakoni total empat kali pertandingan uji coba. Berbagai level lawan telah dihadapi untuk menguji kesiapan mental dan fisik para pemain.
Secara hasil akhir, pelatih menilai pencapaian timnya di laga uji coba sudah cukup memuaskan dengan catatan kemenangan. Kendati demikian, Yoyok menyoroti satu catatan krusial yang harus segera diperbaiki, yakni kelemahan tim dalam aspek bertahan (defending).
"Untuk ujicoba kita baru empat kali, dua kali melawan Sekolah Sepakbola Persija U13, lalu melawan tim putri Tangsel U18 dan terakhir melawan Dewa United minggu kemarin, dimana hasilnya cukup memuaskan (menang) tapi masih banyak kelemahan tim dalam hal defending terutama," pungkasnya.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari sepekan menjelang kickoff 18 Oktober 2026, jajaran pelatih Persija Women tentu harus bekerja ekstra cepat untuk membenahi lini pertahanan sekaligus menyatukan chemistry seluruh pemain agar siap bersaing di panggung tertinggi sepak bola wanita nasional.