DEPOK - Persikad menatap laga pembuka tahun 2026 dengan tekanan besar. Menjamu PSMS Medan pada pekan ke-14 Pegadaian Championship, Sabtu (3/1), tim berjuluk Serigala Margonda membawa misi jelas: menang dan menghentikan tren rapuh di kandang sendiri.
Bertanding di Stadion Pakansari pukul 15.30 WIB, Persikad datang dengan modal kepercayaan diri setelah mencuri tiga poin dari markas PSPS Pekanbaru.
Kemenangan tandang itu menjadi suntikan moral penting, mengingat performa Persikad di Pakansari musim ini masih jauh dari kata meyakinkan. Dari enam laga kandang, tim asal Depok itu baru mengoleksi tujuh poin—catatan yang membuat posisi mereka belum aman di papan klasemen.
Pelatih Persikad, Achmad Zulkifli, tak menutupi arti penting laga tersebut. Ia menilai pertandingan kontra PSMS bukan sekadar soal poin, tetapi momentum untuk membangun ulang kepercayaan diri tim memasuki paruh krusial musim.
“Tiga poin akan menjadi hasil krusial untuk membuka tahun dan modal bagus yang akan membangun kepercayaan diri kami untuk menyongsong laga-laga selanjutnya,” tutur Azul dalam sesi temu pers pralaga.
Tak hanya soal hasil akhir, Azul juga menyoroti efektivitas permainan anak asuhnya. Menurutnya, Persikad kerap gagal memaksimalkan detail kecil yang justru menentukan hasil pertandingan. Menghadapi PSMS, persoalan itu kembali menjadi perhatian utama.
“Kami harus mampu memaksimalkan momen-momen kecil untuk memperbesar kans kami mencetak gol. Kami ingin memaksimalkan laga ini dan tampil menghibur di hadapan pendukung,” tambahnya.
PSMS Medan sendiri bukan lawan yang asing. Pada pertemuan putaran pertama, duel kedua tim berakhir imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung ketat hingga menit akhir.
Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa Ayam Kinantan selalu mampu merepotkan Persikad, baik bermain di kandang maupun tandang.
Bagi Persikad, kemenangan kali ini punya arti berlapis. Selain memperbaiki catatan kandang yang belum stabil, tambahan tiga poin akan membuka peluang Luthfi Kamal dan rekan-rekan untuk merangsek ke zona empat besar klasemen.
Sebaliknya, kegagalan meraih hasil maksimal berpotensi membuat Persikad kembali terjebak di papan tengah, tepat saat kompetisi memasuki fase penentuan.