Persis Berambisi Putus Puasa Kemenangan Panjang

Persis Berambisi Putus Puasa Kemenangan Panjang

4 Januari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSIS SOLO

SOLO – Persis Solo akan menjamu Persita Tangerang pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1) kickoff 15.30 WIB. Puasa kemenangan yang sudah dijalani pada 14 pertandingan beruntun membuat Laskar Sambernyawa bertekad untuk segera menyudahinya.

Tim yang kini dipimpin pelatih Milomir Seslija sedang haus luar biasa akan kemenangan. Hasil kemenangan yang menjadi satu-satunya yang dicatat saat ini didapat di laga pekan pertama usai menang 2-1 atas tuan rumah Madura United FC.

Setelah itu, Persis hanya mampu mencatat empat kali imbang dan 10 kali kalah. Sebuah hasil yang akhirnya membawa Persis terperosok ke posisi juru kunci atau peringkat ke-18 klasemen sementara dengan baru mengumpulkan nilai tujuh.

Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija mengatakan jika tim dalam kondisi sangat baik untuk menatap laga lawan Persita nanti. Pemain dikatakannya bekerja secara maksimal di sesi latihan untuk bekal merebut kemenangan menghadapi Pendekar Cisadane. 

“Kami berambisi untuk menang pada laga ini, dan belakangan saya melihat pemain mengalami progres kemajuan dalam latihan. Mereka sangat kompetitif dan cara pandang pemain menjadi lebih baik. Mereka siap bekerja keras di pertandingan lawan Persita,” kata Milomir Seslija.

Selain melakukan sesi latihan yang intens, tim kepelatihan juga dikatakan pelatih yang akrab disapa Milo ini sudah melakukan evaluasi dan menganalisa permainan tim tamu. Dia yakin dengan persiapan yang matang ini, Persis bisa meraih hasil positif. 

“Kita sudah bersiap melawan tim yang memiliki organisasi cukup baik. Meski mereka akan merepotkan, tapi kami sudah mempersiapkan taktik untuk akan mengatasi itu,” ucap pelatih asal Bosnia itu.

Milo juga menekankan kepada para pemainnya untuk menjaga fokus pada pertandingan nanti dan tidak memikirkan hasil laga sebelumnya. Dia meminta agar tiap pemain memberikan performa yang baik di tiap laga dan tidak menyalahkan siapapun ketika tim mengalami kekalahan.

“Jika punya cara pandang yang baik, fokus kita untuk memperbaiki diri akan terjaga sehingga kita bisa menghapus tekanan yang ada. Ini tantangan tidak mudah, jadi kita harus fokus pada pembenahan diri sendiri dan harus terus belajar dari kesalahan dari pertandingan sebelumnya,” dia menegaskan.