Petik Kemenangan Di Laga Perdana Bersama Persebaya, Tavares Bicara Keseimbangan Tim

Petik Kemenangan Di Laga Perdana Bersama Persebaya, Tavares Bicara Keseimbangan Tim

13 Januari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSEBAYA SURABAYA

SURABAYA - Hasil manis diraih Persebaya Surabaya ketika dikomandoi langsung pelatih barunya, Bernardo Tavares di penghujung putaran pertama BRI Super League 2025/26.

Pada pekan ke-17, tim berhasil mengalahkan Malut United FC dengan skor tipis 2-1 dan memutus rekor apik lawan yang tidak terkalahkan di 11 laga terakhir.

Menanggapi hal tersebut, dia berbicara tentang keseimbangan tim. Menurutnya sangat penting memiliki keseimbangan permainan, baik tim di saat menang maupun kalah demi memberikan penampilan yang menghibur bagi suporter.

“Saat ini, kemenangan bukan berarti segalanya baik, dan kekalahan pun bukan berarti segalanya buruk. Jadi kita perlu menciptakan keseimbangan, sangat senang melihat para pendukung datang ke stadion,” ujar eks pelatih PSM Makassar itu.

Dia juga mengapresiasi kerja keras Bruno Moreira dkk yang di tiga laga terakhir berhasil mendapatkan kemenangan setelah melewati periode yang cukup sulit.

Kini pelatih berlisensi UEFA Pro itu pun segera bersiap menatap putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/26. Apalagi Persebaya sudah memperkenalkan tiga rekrutan anyar mereka yakni Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes.

“Lebih baik bekerja keras, mencoba pulih, dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Karena yang akan datang adalah babak (paruh) kedua dan semua tim akan menurunkan pemain baru. Jadi babak kedua liga berarti lebih sulit,” tutur Bernardo Tavares.

Dia berharap pemain bisa menjaga performa terbaiknya di putaran kedua untuk bisa membantu Persebaya merangsek ke papan atas klasemen.

“Kita perlu menyusun taktik menyerang tergantung pada karakteristik pemain yang kita miliki, disusun berdasarkan performa yang lebih baik dalam latihan. Tetapi juga tentang tim lawan, kualitas, dan karakteristik mereka,” kata pelatih asal Portugal itu.

“Akan ada tim yang mungkin memberi kita penguasaan bola dan kemudian kami tertinggal dari serangan balik. Kita harus melakukan dengan cara berbeda,” pungkasnya.