YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta akan menjalani laga home sebagai musafir di pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Laskar Mataram akan menjamu Persija Jakarta tidak di home base biasanya yakni di Stadion Sultan Agung, Bantul melainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Sesuai jadwal, pertandingan akan digelar pada Rabu (22/4) sore mendatang. Keputusan ini diambil setelah manajemen PSIM menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar sebagai venue pengganti.
Keputusan pemindahan lokasi pertandingan ini berawal dari evaluasi kapasitas fasilitas olahraga di Bantul. Panitia Pelaksana PSIM memprioritaskan keselamatan penonton menyusul besarnya antusiasme penikmat sepak bola untuk laga tersebut.
Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji menerangkan tahapan persiapan awal sebetulnya sudah matang. “Manajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi BRI Super League 2025/26. Untuk laga melawan Persija pada 22 April mendatang, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,” kata Wendy.
Namun, dia menambahkan, setelah melakukan koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta pemangku kepentingan terkait, akhirnya disepakati bahwa aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama.
“Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini, kami bersama-sama menilai bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut secara maksimal,” ucapnya lagi.
Penyelenggara sempat berinisiatif meminjam fasilitas arena di daerah yang lebih dekat jaraknya dari Yogyakarta demi memfasilitasi pendukung. Akan tetapi, rencana tersebut belum bisa terlaksana.
“Kami telah menjajaki berbagai opsi alternatif yang kooperatif, termasuk penggunaan Stadion Jatidiri di Semarang. Akan tetapi, karena adanya dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan agenda pemakaian stadion tersebut, opsi ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” dia menjelaskan.
Pemindahan home base sementara menuju Pulau Dewata menjadi solusi taktis agar jadwal liga tetap terjaga utuh.
“Oleh karena itu, sebagai jalan tengah terbaik guna memastikan kompetisi tetap berjalan sesuai kalender operator, manajemen memutuskan untuk memindahkan venue pertandingan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Sesuai dengan kesepakatan perizinan bersama pihak otoritas dan pengelola venue setempat, pertandingan ini akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton,” pungkasnya.