YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta yang berlaga di kasta BRI Super League 2025/26 memberikan perhatian tersendiri untuk pemain mudanya. Manajemen Laskar Mataram secara resmi meminjamkan winger mudanya, Iksan Chan ke tim kasta kedua, FC Bekasi City untuk sisa kompetisi musim ini.
Hal ini diungkapkan oleh manajer PSIM, Razzi Taruna yang menuturkan langkah ini diambil demi kebaikan karir sang pemain. “Kami meminjamkan Iksan Chan ke salah satu tim di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 untuk kepentingan jam terbang,” kata Razzi Taruna, Kamis (8/1).
Persaingan di sektor sayap PSIM memang terbilang ketat pada kompetisi BRI Super League 2025/26 ini. Kehadiran pemain asing dan senior membuat kesempatan bermain bagi Iksan Chan menjadi sedikit terbatas.
Sepanjang musim ini, dari 16 laga yang sudah dijalani PSIM, pemain berusia 21 tahun itu baru mendapatkan kesempatan bermain dua pertandingan dengan total hanya tampil lima menit saja. Dia bermain empat menit di laga pekan ke-2 saat PSIM menjamu Arema FC dan main satu menit saat away ke kandang Malut United FC.
“Karena memang Iksan Chan berposisi sebagai winger, dan sekarang kondisinya di posisi wing PSIM sudah ada pemain asing serta pemain-pemain senior lainnya,” lanjut Razzi.
Keputusan peminjaman ini sendiri didasari oleh ikatan kontrak jangka panjang antara PSIM dan Iksan Chan. Manajemen ingin memastikan talenta yang dimiliki Iksan bisa terus berkembang secara optimal di kompetisi kompetitif.
“Karena kita punya kontrak panjang dengan Iksan, kita yakin dengan potensinya bahwa suatu saat Iksan akan menjadi aset besar buat PSIM,” tegas Razzi.
Bermain di tim lain diharapkan memberikan pengalaman berharga yang tidak didapatkan jika hanya berlatih tanpa bertanding. “Jadi, demi keberlangsungan perkembangannya, baik sebagai pemain maupun secara pribadi, kami putuskan untuk meminjamkannya ke kasta kedua,” dia menambahkan.
Manajemen berharap Iksan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas individunya. Ia diharapkan kembali dengan performa lebih matang pada musim depan.
“Harapannya, dia mendapatkan menit bermain dan pelajaran di sana, serta intensitasnya tetap terjaga, sehingga ketika musim depan kembali ke PSIM, dia bisa lebih siap dan bisa bersaing dengan first team untuk memperebutkan skuad utama,” jelas Razzi lagi.
Iksan bukan satu-satunya pemain Laskar Mataram yang dilepas dengan status pinjaman pada jendela transfer kali ini. Sebelumnya, telah ada beberapa nama yang turut meramaikan bursa transfer PSIM.
“Jadi yang keluar baru Rafinha ke PSIS Semarang, lalu Diandra kita pinjamkan ke FC Bekasi City dan Iksan juga,” pungkasnya.