PSIM Terus Jaga Konsistensi Di Papan Atas

PSIM Terus Jaga Konsistensi Di Papan Atas

11 Januari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

PAMEKASAN – PSIM Yogyakarta menutup laga putaran pertama atau pekan ke-17 BRI Super League 2025/26 dengan manis. Bertandang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1) malam, Laskar Mataram menang telak 3-0 atas tuan rumah Madura United FC.

Gelombang gol-gol PSIM dicetak lewat brace Fahreza Sudin menit ke-56 dan 63 serta Franco Ramos menit ke-58.

Pertandingan kedua tim sendiri juga diwarnai dengan tiga kartu merah. Dua kartu merah untuk pemain tuan rumah Nurdiansyah menit 45 dan Miswar Saputra menit 90+1. Sedangkan kartu merah untuk PSIM dikeluarkan wasit untuk Franco Ramos pada menit 73.

Hasil ini membuat PSIM menambah tiga poin dan kini mengoleksi 30 poin dari 17 laga dengan rincian delapan kali menang, enam kali imbang dan tiga kali kalah. PSIM memasukkan 23 gol dan kemasukan 18 gol.  

Laskar Mataram kini ada di peringkat ke-6 papan klasemen sementara BRI Super League 2025/26. PSIM hanya berjarak satu poin dari Persita Tangerang yang punya nilai 31 dan ada di peringkat ke-5.

Sedangkan dibawah PSIM atau di peringkat ke-7, ada Persebaya Surabaya dengan mengumpulkan nilai 28.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel mengaku dua kartu merah untuk tim lawan cukup menguntungkan bagi timnya. Hasil kemenangan PSIM atas Madura United ini juga sekaligus mencoreng momen perayaan ulang tahun ke-10 Madura United.

“Saya pikir kartu merah sangat mempengaruhi jalannya pertandingan, dan saya rasa kami mendapatkan keuntungan dari dua kartu merah Madura United,” kata Van Gastel.

Sementara pemain PSIM, Fahreza Sudin yang mencetak dua gol mengakui kerja keras seluruh pemain menjadi kunci utama dalam mengamankan kemenangan tandang kali ini. “Dari sisi pemain, kami bekerja keras. Alhamdulillah kami bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura United karena kartu merah,” ungkapnya.

Kebahagiaan Fahreza bertambah karena ia sukses menjawab kepercayaan pelatih lewat kontribusi golnya bagi tim. Ia merasa momen ini adalah buah dari kesabaran dan kerja kolektif seluruh elemen tim. “Perasaan saya bahagia sekali. Pelatih sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain dan saya bisa mencetak gol buat tim. Tidak ada kunci khusus, bersyukur saja,” ucap Fahreza.