SEMARANG – Persiapan masih tetap terus dilakukan oleh PSIS Semarang jelang laga pekan ke-34 alias laga terakhirnya di ajang BRI Liga 1 2024/25.
Posisi skuat Mahesa Jenar yang sudah pasti terdegradasi ke kasta Liga 2 musim depan ternyata tak membuat PSIS sudah menyerah.
Tim yang kini dipimpin caretaker pelatih Muhammad Ridwan itu tetap ingin menorehkan kemenangan di laga terakhirnya melawan PS Barito Putera di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/5).
Laga nanti memang sudah tak lagi menentukan bagi PSIS yang sudah dipastikan akan menghuni dasar klasemen pada akhir kompetisi nanti. PSIS kini ada di peringkat ke-18 dengan nilai 25.
Ini bertolak belakang dengan Barito Putera yang saat ini ada di urutan ke-17 klasemen dan masih punya peluang untuk dapat lepas dari zona merah. Dengan nilai 31 yang dimiliki saat ini, Laskar Antasari masih punya peluang untuk finis di peringkat ke-15 dan selamat dari jeratan degradasi.
Barito masih bersaing dengan PSS Sleman dan Semen Padang FC untuk finis di peringkat ke-15.
“Seperti yang sudah-sudah, kita berjanji di sisa pertandingan, walaupun kita sudah dipastikan terdegradasi, kita masih ingin memberikan yang terbaik,” kata caretaker pelatih PSIS, M Ridwan.
Dia menyebutkan, laga PSIS lawan Barito Putera nanti bakal lebih bergairah karena kedua tim akan sama-sama berebut kemenangan.
“Memang terlihat klise. Tapi pertandingan lawan Barito Putera harus kita maksimalkan. Terlebih hasil laga di pekan ke-33 antara Semen Padang melawan Persik Kediri membuat gairah persaingan tetap hidup untuk bisa lepas dari degradasi,” dia menegaskan.
Legenda hidup PSIS ini juga menggarisbawahi jika tiga poin bagi timnya sangat berarti untuk mengakhiri kompetisi BRI Liga 1 2024/25 yang penuh dengan cerita.
“Tentunya kita juga ingin memberikan kado yang mungkin sedikit menghibur untuk pendukung PSIS. Mudah-mudahan dengan kemenangan di laga terakhir nanti, itu menjadi sedikit bukti bahwa kita selama ini bermain dengan seluruh kemampuan yang ada,” pungkasnya.