PAREPARE -- PSM Makassar harus mengakui keunggulan tipis Madura United FC 0-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (31/1) sore. Gol Iran Junior pada menit ketujuh yang menjadi pembeda pada pertandingan tersebut.
PSM Makassar sejatinya menguasai pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026/27 ini. Bahkan, mereka mendapatkan peluang emas melalui titik putih. Tapi, tim berjuluk Juku Eja ini tidak kuasa menggetarkan jala gawang Angga Saputra.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic sangat tidak percaya anak asuhnya tidak bisa mencetak gol dalam kesempatan besar tersebut. Sehingga, timnya harus kehilangan poin di hadapan publik sendiri.
Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan tren positif PSM Makassar, yang tiga laga sebelumnya tidak tersentuh kekalahan dengan hasil dua kali menang dan hanya sekali seri.
"Kami mendapatkan penalti, tapi kami tidak bisa mencetak gol. Ini sangat sulit untuk dipercaya, kami tidak bisa memanfaatkannya," tuturnya saat jumpa pers selepas laga.
Pelatih berkebangsan Swiss ini sejatinya mengakui, lawan pada pekan ini sangat sulit. Dia menilai, Laskar Sape Kerrab mempunyai kualitas, yang sangat bagus.
"Sebelum bermain, kami tahu lawan kami tim kuat, Madura United, yang punya kualitas. Saat pertandingan, kami punya rasa bagus karena menguasai pertandingan dan mengakhiri laga dengan baik di kandang kami," pungkasnya.