SERANG – Dewa United Banten FC harus menyudahi perjalanan mereka di musim BRI Super League 2025/26 dengan hasil yang kurang memuaskan. Menjamu Bali United FC pada pekan ke-34 di Banten International Stadium, Serang, Jumat (22/5) malam, tim berjuluk Banten Warriors ini kalah tipis 0-1 akibat gol tunggal Kadek Agung pada menit ke-41.
Meski menutup musim dengan kekalahan, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, enggan terlalu meratapi hasil negatif tersebut. Juru taktik asal Belanda itu justru memberikan apresiasi tinggi atas performa luar biasa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di atas lapangan.
“Saya pikir kalau melihat statistik, kami kalah dalam dua pertandingan terakhir. Kami kalah 1-0, dan dua gol tersebut datang dari situasi bola mati. Itu fakta,” ujar Riekerink selepas pertandingan.
Namun, dari segi permainan, pelatih berlisensi UEFA Pro ini menilai Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan telah memberikan salah satu penampilan paling solid sepanjang musim ini. Segala instruksi dan strategi yang direncanakan berhasil dieksekusi dengan matang.
“Tapi kalau saya lihat, saya rasa apa yang kami tunjukkan hari ini mungkin adalah permainan terbaik kami musim ini. Baik itu dari perencanaan, eksekusi strategi, hingga kebersamaan tim,” tuturnya menambahkan.
Perjalanan Dewa United di BRI Super League musim ini memang penuh dinamika. Sempat terseok-seok di awal kompetisi, Banten Warriors perlahan bangkit dan menjelma menjadi kekuatan yang solid di putaran kedua. Konsistensi inilah yang membuat Riekerink merasa sangat bangga dengan pencapaian skuatnya.
“Tentu saya tahu semua orang menginginkan hasil yang lebih besar atau poin yang lebih baik, tetapi saya sangat bangga dengan tim saya dan apa yang telah mereka capai, terutama dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Saya rasa kami menjalani 15 pertandingan dengan hanya satu kekalahan,” terangnya.
Bagi mantan pelatih Galatasaray ini, kunci utama dari kebangkitan Dewa United adalah eratnya rasa kekeluargaan dan komitmen di dalam tim, bahkan di saat-saat sulit sekalipun.
“Memang perasaan di akhir musim tentu berbeda. Tapi bahkan setelah awal musim yang buruk, kami tetap bersatu, dan saya pikir itu yang terlihat hari ini,” urainya.