JAKARTA - PSBS Biak membuat kejutan pada musim perdana di BRI Liga 1 2024/25. Semuanya tak lepas dari sentuhan magis pelatih Marcos Guillermo Samso yang mengubah PSBS dari kuda hitam jadi ancaman.
Ketika musim baru dimulai, PSBS dihantam realitas kerasnya BRI Liga 1 2024/25. Tiga kekalahan beruntun di awal musim memaksa manajemen mengambil keputusan tegas dengan mendepak pelatih Juan Esnaider. Dalam kekacauan itu, muncul sosok tak terduga yakni Marcos Samso yang awalnya menjabat asisten, langsung dipercaya menjadi pelatih sementara PSBS.
Hanya butuh empat pertandingan baginya untuk menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pelatih pelapis. Tiga kemenangan dari empat laga cukup untuk menyadarkan semua orang yakni Samso punya sentuhan emas.
Namun takdir belum memihak sepenuhnya. Manajemen sempat menunjuk Emral Abus sebagai pelatih kepala, dan Samso kembali ke posisi semula sebagai asisten.
Awal Februari 2025 kemudian menjadi titik balik. PSBS menyerahkan kembali tongkat komando kepada Marcos Samso. Kepercayaan itu dijawab dengan gebrakan nyata. Dengan formasi 3-4-3 dengan filosofi bermain yang lugas, Samso mengubah PSBS menjadi tim yang tangguh yang tak kenal takut dan sukar ditaklukkan.
Pada edisi kedua ini, PSBS meraih empat kemenangan, empat kali imbang, dan hanya sekali kalah. Performa apik itu membuat PSBS sampai pekan ke-30 ada di urutan kesembilan dengan raihan 44 poin.
Klub berjulukan Badai Pasifik itu tidak lagi sekadar tim promosi, melainkan ancaman nyata di papan tengah klasemen. Marcos Samso bukan hanya meracik taktik, namun membentuk karakter pemain PSBS agar punya mental juara.
“Kami tidak hanya berpikir soal hasil jangka pendek. Kami membangun mental juara,” tegas pelatih asal Argentina itu.
BRI Liga 1 2024/25 menyisakan empat laga lagi. Di bawah komando Marcos Samso, PSBS bertekad finis setinggi mungkin agar bisa menjadi modal kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan gelar musim depan.