BANTUL - Memasuki pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 menjadi momen kebangkitan Bali United FC. Mengingat pada putaran kedua ini tim tanpa kemenangan. Mereka kalah dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Selain itu tim juga kebobolan 7 gol dalam tiga laga terakhir.
Sebuah catatan yang tidak bisa diabaikan, namun pelatih Johnny Jansen menolak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan untuk menyalahkan timnya.
“Tidak ada masalah di sektor pertahanan. Kami mulai mengalami kebobolan saat melawan Persik Kediri dan bisa dilihat bagaimana gol kebobolan kami terjadi. Secara keseluruhan terutama pertahanan sudah bagus,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Apalagi sebelum tren negatif tersebut, Bali United sempat menjadi tim dengan catatan nirbobol beruntun terbanyak. Tim menahan imbang Persis Solo dan Dewa United Banten FC tanpa gol, serta menang atas Borneo FC Samarinda, PSBS Biak, Arema FC, dan PSM Makassar tanpa kebobolan.
Pemain muda Bali United Kadek Arel Priyatna memahami situasi sulit yang tengah dihadapi timnya. Ia optimistis meraih hasil positif pada laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (23/2) malam nanti.
Sebab pertemuan kedua musim ini menjadi kesempatan bagi timnya untuk membuktikan bahwa periode sulit hanyalah fase sementara.
"Kami melihat laga menghadapi PSIM sangat penting. Apalagi kami di putaran kedua belum meraih kemenangan dan semoga kami bisa meraih hasil yang baik untuk kembali ke jalur positif," pungkas pemain Timnas Indonesia itu.
Saat ini Bali United menempati posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 28 poin. Terpaut 4 poin dari tuan rumah yang berada di posisi ke-7.