Tak Hanya Sepak Bola, Omid Popalzay Kini Jatuh Cinta pada Ramadan di Aceh

Tak Hanya Sepak Bola, Omid Popalzay Kini Jatuh Cinta pada Ramadan di Aceh

3 Maret 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PERSIRAJA BANDA ACEH

BANDA ACEH – Ramadan tahun ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi pemain Persiraja Banda Aceh sekaligus tim nasional Afghanistan, Omid Popalzay. Untuk pertama kalinya, gelandang kreatif itu merasakan langsung suasana bulan suci di Aceh bersama keluarganya.

Omid mengaku menikmati suasana Ramadan di Tanah Rencong yang menurutnya sangat kental dengan nuansa religius. Ia merasakan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan daerah lain tempat ia pernah tinggal di Indonesia.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat baik. Semuanya terasa jauh lebih mudah karena melihat orang-orang di sekitar berpuasa, salat, dan benar-benar sibuk dengan Ramadan,” ujarnya.

Namun, ia tak menampik bahwa di awal Ramadan sempat perlu beradaptasi. Menurutnya, ritme kehidupan di Aceh saat Ramadan berbeda dibandingkan Bekasi dan Bogor, di mana aktivitas berjalan seperti biasa tanpa banyak perubahan jam operasional.

“Di Aceh ada waktu-waktu tertentu ketika toko tutup dan kapan buka kembali. Jadi saya harus membiasakan diri karena belum terbiasa dengan kondisi seperti itu,” katanya.

Meski begitu, proses adaptasi tersebut justru menjadi pengalaman berkesan bagi Popalzay dan keluarganya. Ia mengaku sangat menikmati momen berbuka puasa di Aceh. Baginya, suasana restoran yang penuh menjelang magrib menghadirkan energi kebersamaan yang hangat dan hidup.

“Saat berbuka, semua restoran penuh dan suasananya luar biasa. Saya dan keluarga sangat menyukainya,” tuturnya.

Soal menu favorit, Popalzay punya pilihan khusus untuk berbuka. Ia mengaku selalu memulai dengan soto Betawi. Setelah itu, ia melanjutkan dengan nasi atau bihun, biasanya dipadukan dengan ayam atau lauk lainnya.

“Saya suka nasi atau bihun dengan ayam atau apa saja, tapi harus nasi atau bihun,” ujarnya sambil tertawa.

Pengalaman Ramadan pertama di Aceh ini menjadi kenangan tersendiri bagi pemain asal Afghanistan tersebut. Tak hanya soal ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan, adaptasi budaya, dan hangatnya suasana berbuka yang kini menjadi bagian dari perjalanan kariernya bersama Persiraja Banda Aceh.