SURABAYA - Persebaya Surabaya menutup BRI Super League 2025/26 dengan cara yang sangat meyakinkan. Pada laga terakhir pekan ke-34 tim pesta gol ke gawang Persik Kediri lewat kemenangan telak 5-0 pada laga terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5) lalu.
Kemenangan tersebut bukan hanya memastikan Persebaya finis di posisi ke-4 klasemen akhir dengan perolehan 58 poin. Tim juga memperpanjang catatan impresif lini pertahanan yang sukses mencatat enam clean sheet beruntun.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku puas dengan penampilan timnya, terutama sikap dan mentalitas pemain sepanjang pertandingan hingga akhir musim.
“Membuat enam clean sheet beruntun tidaklah mudah, ini kerja keras seluruh tim,” katanya.
Atas pencapaian musim ini menjadi pengalaman pertama pelatih asal Portugal itu bersama Persebaya. Namun, dia mengaku situasi kompetisi saat ini jauh berbeda dibanding ketika sukses membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia beberapa musim lalu.
Menurutnya, persaingan BRI Super League 2025/26 ini jauh lebih ketat karena perubahan regulasi pemain asing dan hadirnya banyak pemain naturalisasi.
Meski berhasil membawa Persebaya finis di posisi empat besar, dia mengaku masih menyimpan sedikit rasa frustrasi karena beberapa kekalahan yang seharusnya bisa dihindari.
“Musim ini karena kami kalah 5 kali di beberapa laga yang seharusnya bisa lebih baik. Tapi inilah sepak bola,” tutur Bernardo Tavares.
Kini Persebaya menutup musim ini dengan raihan 58 poin, meningkat dibanding musim sebelumnya yang hanya mengoleksi 56 poin. Dia menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif perkembangan tim sepanjang musim.
“Ini sangat bagus. Jadi Persebaya menjalani musim yang lebih baik sekarang. Ini pencapaian positif,” pungkasnya.