BLITAR – Persis Solo akan menjalani laga tandang di pekan ke-14 BRI Liga 1 2024/2025. Laskar Sambernyawa akan dijamu Arema FC pada laga di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Kamis (12/12) sore.
Catatan lima laga terakhir yang dilalui tanpa kemenangan membuat Persis dipastikan bakal fight untuk dapat memecah kebuntuan. Hanya mencatat satu kali imbang dan empat kali kalah menjadi bukti Persis masih dalam balutan pekerjaan rumah yang tak mudah.
Kalah 0-3 dari Bali United FC, takluk 0-2 dari PSS Sleman, dicukur Malut United FC 0-3, imbang tanpa gol lawan PS Barito Putera dan terakhir kalah 0-2 dari Persita menjadi bukti.
Pelatih kepala Persis, Ong Kim Swee optimistis bahwa para pemainnya telah bersiap dan dalam situasi yang lebih baik pasca mendapatkan hasil minor di laga sebelumnya.
“Persiapan sudah dilakukan seperti biasa. Kita harus bangkit dari kekalahan di laga sebelumnya. Saya percaya para pemain dalam situasi yang lebih baik untuk pertandingan lawan Arema FC nanti,” kata Ong Kim Swee.
Pelatih asal Malaysia itu mengatakan jika di arena kasta tertinggi di Indonesia, masing-masing tim memiliki potensi kekuatan berbeda dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya rasa kualitas tim di kompetisi BRI Liga 1 cukup seimbang. Mereka memiliki kekuatannya masing-masing, termasuk tim yang berada di papan bawah,” ucap Ong Kim Swee lagi.
Mantan pelatih timnas Malaysia tersebut juga menyatakan bahwa timnya memiliki peluang yang baik di laga lawan Arema FC nanti. Dia berharap situasi akan bertambah positif setelah menjalani pertandingan yang tentu akan berjalan tidak mudah.
“Saya percaya, tim ini akan terus bertambah baik. Meskipun pertandingan kemarin tidak meraih hasil baik, namun kita memiliki peluang yang cukup baik melawan Arema,” dia menegaskan.
Dengan hanya menyisakan empat laga saja di putaran pertama, pelatih yang akrab disapa OKS itu ingin Persis mengukir hasil-hasil positif. “Saya berharap kita akan mendapat hasil-hasil baik jelang paruh kedua kompetisi," pungkas OKS.
Pada klasemen sementara, Persis saat ini ada di peringkat ke-17 alias dua terbawah yang berarti masuk dalam zona merah degradasi dengan koleksi 8 poin.