SAMARINDA -- Menghadapi laga perdana BRI Super League 2026/27, Borneo FC tidak ingin menjadikan nama besar Persija Jakarta sebagai alasan untuk mengubah pola persiapan. Tim memilih mempertahankan rutinitas yang sudah dijalankan selama pramusim untuk menjalani pekan pertama yang akan berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (5/9) malam.
Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menilai seluruh pertandingan di Super League 2026/27 memiliki tantangan masing-masing. Karena itu, Persija tidak dipandang berbeda meski memiliki nama besar dan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.
"Biasa-biasa saja, karena memang kami setiap tahunnya ketemu, dan semua tim lawan ini kuat. Ya kan? Jadi ya semua kami harus hadapi," kata pria yang biasa disapa Dandri itu.
Untuk itu klub memilih melihat pertandingan dari kesiapan internal tim. Performa para pemain dan kemampuan menjalankan rencana permainan menjadi hal yang lebih penting dibandingkan reputasi lawan.
Apalagi tim dalam perkembangan positif setelah pemusatan latihan sekaligus uji coba di Yogyakarta. “Bersyukur karena semua pemain sudah mulai bagus dalam kondisi fisik, taktikal dan sudah mulai mengerti apa yang diinginkan pelatih,” kata asisten pelatih Pedro Javier.
Kemajuan tersebut menjadi penting mengingat Borneo FC juga melakukan perubahan komposisi pemain untuk menghadapi musim baru. Para pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami karakter rekan setim sekaligus sistem permainan yang diterapkan.
“Cukup bagus, pemain yang baru bergabung di Borneo FC juga mulai saling paham, mereka anak baik dan sekarang adalah bagaimana kita membangun satu tim yang kondusif. Kita juga lihat bagaimana antara pemain lama dengan baru saling membantu. Ini modal positif kita,” pungkasnya.