Van Gastel Soroti Komunikasi Pemain PSIM

Van Gastel Soroti Komunikasi Pemain PSIM

24 Februari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

BANTUL – PSIM Yogyakarta memang hanya mampu mencatat hasil imbang 3-3 saat menjamu Bali United FC pada laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Namun demikian, mentalitas dan fighting spirit Laskar Mataram kembali teruji pada laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) malam.

Bagaimana tidak, sempat tertinggal tiga gol lebih dulu, akhirnya PSIM mampu bangkit dan membalas tiga gol untuk menyamakan kedudukan. Bali United unggul tiga gol lewat aksi Thijmen Goppel pada menit ke-34, Tim Receveur (45+3) dan Irfan Jaya menit ke-55.

Sedangkan tiga gol kebangkitan PSIM masing-masing dicetak oleh Savio Sheva Maresca menit ke-65, gol bunuh diri Ricky Fajrin menit ke-88 dan sundulan penyelamat Franco Ramos Mingo pada masa injury time atau tepatnya menit 90+1.

Goyahnya lini pertahanan Bali United sendiri tentu tak lepas dari kartu merah yang didapat bek Joao Ferrari di menit ke-72.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengakui laga lawan Bali United berjalan menguras tenaga dan emosi. “Ini pertandingan yang sulit karena kita tertinggal di babak pertama. Kami merespons di babak kedua, tetapi justru kembali kebobolan,” kata Van Gastel.

Kebangkitan mengejar tiga gol memang diapresiasi oleh Van Gastel. Namun pelatih asal Belanda itu juga menyoroti benar kelemahan mendasar timnya.

“Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain. Jika mencermati proses kebobolan awal, seolah-olah kita memberikan kesempatan tersebut secara cuma-cuma kepada lawan,” ucapnya lagi.

Diakuinya, dalam posisi tertinggal, staf pelatih bergerak cepat merombak strategi dengan memasukkan tiga pemain baru sekaligus pada awal babak kedua. Perubahan taktik ini terbukti efektif mengubah ritme permainan secara drastis.

“Hal berbeda kita lakukan pada paruh kedua adalah bermain menyerang dengan menempatkan dua striker secara bersamaan. Di sisi lapangan kita menang jumlah pemain sehingga tim bisa menembus sepertiga akhir pertahanan lawan secara mudah,” jelas Van Gastel.

Tambahan satu poin membuat PSIM kini mengoleksi 33 poin dari 22 laga dan menempati peringkat ke-7 dari 18 tim. Laskar Mataram mencatat delapan kali menang, sembilan kali imbang dan lima kali kalah. 

Laga berikutnya atau pekan ke-23, PSIM akan dijamu PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (27/2) malam.