Kita Jaga

Kita Jaga

12 Mei 2024

BRI LIGA 1 2023-2024

Oleh: Hanif Marjuni
(Manajer media dan Komunikasi LIB)

 

ENAM bulan terakhir perhatian media massa tentang Video Assistant Referee (VAR) terbilang tinggi. Kecenderungan, pada media apa pun, informasi soal VAR menjadi satu topik yang selalu ditunggu pembaca setianya.

Itu normal. 
VAR telah menjadi bagian episode yang memang dinanti publik. Bukan hanya bagi para pelaku yang berada di lapangan, buat penonton, suporter, sampai dengan pemerhati sepak bola nasional, VAR telah dianggap sebagai salah satu frasa yang diyakini bisa mengangkat kualitas kompetisi.

Saat yang dtunggu pun, sudah dekat. Tepatnya, pekan depan ketika babak Championship Series BRI Liga 1 2023/24 bergulir. Ingat, jauh hari sudah diinformasikan bahwa VAR akan diterapkan pada babak akhir tersebut. 

Jumat (10/5) pekan lalu, salah satu komponen penting penerapan VAR telah dikirimkan ke 3 dari 4 kota yang akan menjadi homebase babak Championship Series. Ketiga kota itu adalah Balikpapan, Bangkalan, dan Gianyar. Khusus untuk Bandung akan dikirimkan pekan depan karena jaraknya yang berdekatan dengan Jakarta.

Komponen penting yang dimaksud itu adalah mobil VAR. Kenapa dianggap penting? Sebab di dalam mobil inilah, sebagian besar peralatan VAR itu disediakan. Lebih dari itu, dari mobil inilah, VAR akan dioperasikan. Dari luar, tampilan mobil ini sama dengan kendaraan komersial lainnya. Berbentuk kotak, berwarna putih dan dimensinya besar. 

Begitu juga dengan dapur pacunya. Banyak dijumpai pada kendaraan komersial di jalanan Indonesia. Sekadar info, mobil VAR menggunakan dapur pacu Canter FE 84 SHDX. Dikenal juga dengan chassis-nya yang kokoh, tangguh dan tahan lama.

Akan tetapi, soal isinya, baru langka. Tidak akan dijumpai pada mobil-mobil komersial di Indonesia. 
Di dalam box besar berwarna putih itu, ada satu server dan generator dengan kapasitas besar. Dua alat itu terletak di belakang. 

Di bagian tengah, ada ruangan yang dilengkapi dengan meja, kursi, tiga pendingin ruangan, serta enam monitor dengan segala pendukungnya. Lalu, ada 4 alat penahan goncangan pada bagian bawahnya. 

Lantaran ‘langkanya’ isi dari mobil VAR ini, harganya pun juga berbeda. Jauh lebih mahal ketimbang mobil kemersial kebanyakan. Satu mobil VAR ini, banderolnya bisa lebih mahal dari bus premium dengan chassis Scania K410IB sekali pun.

Untuk membuat mobil ini, prosesnya juga panjang. Total dari 12 mobil yang dipesan, membutuhkan waktu selama tiga bulan!

Kenapa harus 3 bulan proses pembuatannya? Bukannya apa-apa, tidak ada acuan resmi di Indonesia soal mobil VAR ini. Tidak ada karoseri di Indonesia sebelumnya yang pernah membuat mobil VAR.

Karena itu, ketika membuat mobil ini, pihak karoseri yang mengerjakannya, selalu berkomunikasi intensif dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku pemesan. Maklum, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Bukan melulu pada aspek fungsi, tapi ada hal lain yang harus masuk dalam pertimbangan perancangan mobil. Di antaranya fungsi dan kebutuhan ruangan, kenyamanan, keamanan, sampai dengan kelistrikan. Semuanya harus detail, bro!

Belum lagi ketika mobil telah selesai digarap. Untuk instalasi segala peralatan di dalam mobil, harus mendatangkan teknisi dari Hawk-Eye Innovations, perusahaan penyedia VAR. Selama kurang lebih sepekan lamanya, tenaga ahli urusan hardware dan software VAR, merampungkan mobil ini.

Nah, menilik langkanya, fungsinya, serta jumlahnya yang sangat terbatas, rasanya anda, saya, suporter, manajemen klub, pemerhati, dan pelaku sepak bola nasional lainya, wajib menjaga mobil ini. 

Singkatnya, mobil VAR telah menjadi tanggung jawab kita bersama.

Kita Jaga.