DEPOK -- Persija Jakarta memiliki kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Arema FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/27. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candra Bhaga, Bekasi, Rabu (21/10) pukul 19.00 WIB, menjadi momentum bagi Macan Kemayoran untuk merespons hasil kurang memuaskan pada laga sebelumnya.
Setelah mengawali kompetisi dengan empat kemenangan beruntun, Persija harus menerima hasil yang memutus catatan positif tersebut. Kini, tim ibu kota berupaya menjadikan pertandingan kontra Arema sebagai titik balik untuk kembali meraih tiga poin.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, memastikan timnya telah memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri. Meski jeda pertandingan relatif singkat, ia menilai kondisi persiapan tim sudah cukup baik untuk menghadapi tantangan berikutnya.
“Kami sudah beristirahat dengan baik. Kemarin dan hari ini, kami juga melakukan persiapan dengan baik. Jadi, untuk pertandingan melawan Arema, saya rasa persiapan sudah dilakukan dengan baik,” ujar Shin dalam konferensi pers menjelang laga.
Selain mematangkan persiapan untuk laga mendatang, STY turut mengevaluasi penampilan anak asuhnya ketika menghadapi lawan pada pekan sebelumnya. Menurutnya, Persija sebenarnya mampu mengendalikan permainan, tetapi belum efektif dalam memaksimalkan peluang. Di sisi lain, lawan berhasil memanfaatkan serangan balik untuk menciptakan perbedaan hasil.
“Pertandingan terakhir sebenarnya tidak buruk dan kami tampil dominan. Namun, kami tidak beruntung dalam mencetak gol, sementara tim lawan mampu melakukan serangan balik dengan baik. Hal-hal seperti itulah yang sebenarnya menjadi penyebab kekalahan,” katanya.
STY menegaskan bahwa performa yang dinilai sudah cukup baik harus diikuti kemampuan mengonversi peluang menjadi hasil nyata. Evaluasi tersebut menjadi salah satu bekal Persija untuk menghadapi Arema sekaligus memperbaiki efektivitas permainan.
“Meskipun permainan kami sudah bagus, pada pertandingan berikutnya kami harus mampu menciptakan peluang untuk menang dan tampil lebih baik. Itulah yang menjadi pemikiran saya dan para pemain saat ini,” tuturnya.
Tantangan Persija tidak hanya datang dari kebutuhan untuk memperbaiki performa sendiri. Arema juga membawa motivasi untuk bangkit setelah menelan kekalahan pada pertandingan terakhir, yang datang setelah mereka melewati tiga laga beruntun dengan hasil imbang. Situasi tersebut membuat tim tamu berpotensi tampil dengan tekad besar untuk kembali meraih hasil positif.
Persija pun memiliki catatan pertemuan kandang yang perlu diperbaiki. Pada musim lalu, Macan Kemayoran takluk 0-2 dari Arema dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Meski demikian, hasil tersebut tidak membuat Shin memandang rekor masa lalu sebagai beban bagi timnya.
Pelatih asal Korea Selatan itu justru menilai catatan pertandingan dapat menjadi motivasi untuk membukukan hasil yang berbeda. Ia mencontohkan sejumlah rekor yang berhasil dilewati Persija dalam pertandingan sebelumnya.
“Hasil pertandingan terakhir di kandang saat melawan Arema memang tidak baik. Namun, namanya rekor, tentu ada untuk dipecahkan. Jadi, seperti saat melawan Borneo dan Persib Banjarmasin kemarin, rekor itu juga bisa kami pecahkan,” kata Shin Tae-yong.
Dengan persiapan yang telah dijalani dan evaluasi dari pertandingan sebelumnya, Persija kini membidik respons positif di hadapan pendukungnya. Laga melawan Arema menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan bahwa hasil minor pekan lalu tidak menghentikan ambisi mereka dalam melanjutkan persaingan di BRI Super League 2026/27.